Melanjutkan tulisan tentang “dimana sih obyek wisata di Tokyo yang bisa dikunjungi bersama keluarga”. Kali ini saya ingin lanjut ke kategori selanjutnya, yaitu museum dan akuarium.

Museum

Biasanya, orang tua yang tertarik membawa anak-anaknya wisata ke museum spesiesnya jauh lebih sedikit dibanding yang membawa anaknya ke taman hiburan. Kalaupun orang tuanya suka ke museum, belum tentu anak-anaknya (atau pasangannya) suka ke museum (curhat.com). Alasannya sih beragam, namun rata-rata nggak jauh dari “membosankan” dan “nggak seru”.

Museum memang identik dengan benda-benda pajangan yang disusun rapi sehingga terkesan kaku dan formal. Nggak heran jika museum umumnya populer pada saat tertentu saja (seperti saat wisata sekolah). Itu kalau museum biasa.

Setelah mengumpulkan aneka informasi tentang obyek wisata favorit untuk si kecil, saya baru tahu jika ternyata di Tokyo banyak juga museum yang menarik. Maksud menarik disini bukan hanya masalah tema yang unik, tapi karena dirancang dengan konsep yang unik dan interaktif.

Dari sekian banyak museum yang ada di Tokyo, salah satu yang paling menarik perhatian saya adalah Edo-Tokyo Museum. Saya memang suka dengan hal-hal berbau sejarah, walau jujur saja museum sejarah bukan tempat favorit saya untuk hangout (alasannya saya jelaskan kapan-kapan deh). Nah, Edo-Tokyo Museum ini membuat saya penasaran karena disini aneka diorama menarik bertema sejarah Tokyo pada periode Edo dan juga memiliki tiruan Nihonbashi Bridge.

Edo Tokyo Museum [foto: Wiiii/wikimedia]
Edo Tokyo Museum [foto: Wiiii/wikimedia]
Replika Nihonbashi Bridge [foto: Gryffindor/wikimedia]
Replika Nihonbashi Bridge [foto: Gryffindor/wikimedia]
Display di Edo-Tokyo Museum [foto: Arashiyama/wikimedia]
Display di Edo-Tokyo Museum [foto: Arashiyama/wikimedia]
Display di Edo-Tokyo Museum [foto: Matthleu MD/flickr]
Display di Edo-Tokyo Museum [foto: Matthleu MD/flickr]
 

Walau memiliki aneka display menarik, Edo-Tokyo Museum sepertinya lebih cocok dikunjungi oleh anak-anak yang berusia sekolah dasar. Jika tetap ingin membawa anak-anak melakukan wisata sejarah, bisa berkunjung ke “versi lain” dari Edo-Tokyo Museum, yaitu Edo-Tokyo Open Air Architectural Museum.

Di museum ini terdapat koleksi aneka bangunan asli (bukan replika) dari periode Edo dan Meiji. Suasananya mirip-mirip seperti Nihon Minka-en yang ada di Kawasaki, cocok untuk dijelajahi bersama seluruh anggota keluarga.

Museum bertema sejarah lainnya yang cukup menggoda untuk dikunjungi adalah Shitamachi Museum dan Fukagawa Edo Museum. Selain terdapat replika rumah berukuran 1:1, di museum-museum tersebut juga terdapat special effect yang membuat suasana menjadi lebih hidup.

Edo Tokyo Open Air Architectural Museum [foto: DozoDomo/flickr]
Edo Tokyo Open Air Architectural Museum [foto: DozoDomo/flickr]
Edo Tokyo Open Air Architectural Museum [foto: Fletcherjcm/flickr]
Edo Tokyo Open Air Architectural Museum [foto: Fletcherjcm/flickr]
Edo Tokyo Open Air Architectural Museum [foto: DozoDomo/flickr]
Edo Tokyo Open Air Architectural Museum [foto: DozoDomo/flickr]
Edo Tokyo Open Air Architectural Museum [foto: DozoDomo/flickr]
Edo Tokyo Open Air Architectural Museum [foto: DozoDomo/flickr]
 

Jika Shinjuku masuk dalam daftar itinerary, ada beberapa museum menarik di distrik super ramai ini. Museum pertama adalah Tokyo Toy Museum; sebuah museum unik yang lebih mirip taman bermain (karena hanya satu spot kecil saja yang menyerupai museum).

Di museum ini, selain tiket masuknya relatif terjangkau, si kecil juga bebas memainkan segala permainan yang ada disini. Museum lainnya yang ada di Shinjuku adalah Tokyo Fire Museum. Selain memiliki bermacam display menarik, di museum ini si kecil bisa sekaligus belajar mengenai sejarah profesi pemadam kebakaran di Jepang.

Teknologi canggih selalu berhasil memukau siapapun, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Dan di Tokyo terdapat beberapa museum yang didukung dengan teknologi terkini. Museum of Emerging Science and Innovation atau populer dengan nama Miraikan adalah salah satunya.

Sony Explora Science juga menarik untuk dilirik bagi mereka yang mengaku pecinta teknologi kelas kakap (maksudnya teknologi tinggi). Museum lainnya yang juga menyematkan teknologi masa depan sebagai daya tariknya adalah Gas Science Museum(terdapat di distrik Koto), Tokyo Science Museum (di distrik Chiyoda), dan National Museum of Science and Nature (di dalam Ueno Park). Sayangnya museum-museum menarik tersebut artikelnya belum ada di Jalan2.com, jadi untuk saat ini saya belum bisa memberikan referensi lebih lanjut.

Miraikan [foto: *_*/flickr]
Miraikan [foto: *_*/flickr]
Globe raksasa di Miraikan [foto: Maarten1979/flickr]
Globe raksasa di Miraikan [foto: Maarten1979/flickr]
Display di Miraikan [foto: Lucamascaro/flickr]
Display di Miraikan [foto: Lucamascaro/flickr]
Display di Miraikan [foto: Olis Olois/flickr]
Display di Miraikan [foto: Olis Olois/flickr]
 

Normalnya, anak-anak menyukai film animasi. Dan jika si kecil pecinta anime (animasi ala Jepang), di Tokyo ada beberapa museum yang berkaitan dengan animasi. Salah satu yang paling banyak diminati oleh wisatawan asing adalah Ghibli Museum.

Museum yang tidak seperti museum ini menyimpan banyak pernak-pernik yang berkaitan dengan animasi karya Studio Ghibli. Lalu ada Fujiko F.Fujio Museum, yang populer dengan nickname Doraemon Museum.

Dan bagi penggemar serial Gundam, entah ini bisa disebut museum atau tidak, ada Gundam Front Tokyo yang berlokasi di Odaiba. Disini pengunjung bisa melihat-lihat berbagai pernak-pernik khas Gundam, termasuk patung Gundam berskala 1:1 yang terdapat di area outdoor.

Fujiko F.Fujio Museum [foto: Yoppy/flick]
Fujiko F.Fujio Museum [foto: Yoppy/flick]
Fujiko F.Fujio Museum [foto: Richard, enjoy my life!/flickr]
Fujiko F.Fujio Museum [foto: Richard, enjoy my life!/flickr]
Ghibli Museum [foto: Su--may/flickr]
Ghibli Museum [foto: Su–may/flickr]
Patung Gundam berskala 1:1 [foto: IOTA[ext]/flickr]
Patung Gundam berskala 1:1 [foto: IOTA[ext]/flickr]
   

Selain museum-museum di atas, masih ada beberapa museum lain yang sayangnya belum ada bahasannya di Jalan2.com. Museum-museum menarik dan atraktif untuk anak-anak tersebut antara lain Museum of Maritime ScienceScience MuseumThe Railway Museum, dan Panasonic Digital Network Museum (RiSuPia). Hmm, mungkin lain kali saya akan tulis berbagai museum menarik di Tokyo dalam tulisan terpisah.

***

Akuarium

Tokyo adalah kota yang berada tepat di tepi laut. Jadi jangan heran jika di kota ini terdapat beberapa akuarium yang pastinya akan disukai oleh si kecil. Salah satunya sudah saya singgung dalam tulisan sebelumnya, yaitu Shinagawa Aquarium. Mau tahu apa nama akuarium yang lokasinya lebih dekat dengan mansion tempat saya menginap waktu itu? Epson Aqua Stadium, itulah nama akuarium yang lokasinya hanya berjarak 1 stasiun dari Stasiun Kita-Shinagawa.

Di sana terdapat pula beberapa area permainan, dan tentunya pertunjukan lumba-lumba. Akuarium populer lainnya terdapat di bawah Tokyo Skytree, tepatnya di lantai 5 pusat perbelanjaan Tokyo Solamachi, yaitu Sumida Aquarium.

Epson Aqua Stadium [foto: Dacheket/flickr]
Epson Aqua Stadium [foto: Dacheket/flickr]
Epson Aqua Stadium [foto: Morigamikenta/flickr]
Epson Aqua Stadium [foto: Morigamikenta/flickr]
Epson Aqua Stadium [foto: Morigamikenta/flickr]
Epson Aqua Stadium [foto: Morigamikenta/flickr]
Epson Aqua Stadium [foto: Dacheket/flickr]
Epson Aqua Stadium [foto: Dacheket/flickr] 

***

Demikian aneka museum dan akuarium menarik yang ada di Tokyo. Untuk kategori lainnya, tunggu tulisan selanjutnya.

Seru-Seruan Bareng Keluarga Di Tokyo [Kategori Lain-Lain]

Seru-Seruan Bareng Keluarga Di Tokyo [Kategori Theme Park]

* Seluruh foto diambil melalui creative commons. Tidak ada perubahan dari foto aslinya. Credit nama berdasarkan username flickr/wikimedia.

Comments

comments