fbpx
Home Guides Side Trip From Tokyo (2): Kawasaki

Side Trip From Tokyo (2): Kawasaki

Tulisan ini merupakan lanjutan dari tema aneka kota yang bisa menjadi kota tujuan wisata sampingan saat berada di Tokyo. Pada tulisan sebelumnya, saya sudah menulis tentang Yokohama dan 2 obyek wisata paling populer yang bisa dikunjungi pulang-pergi dari Tokyo, yaitu Yokohama Chinatown dan Minato Mirai. Kali ini saya ingin berbagi informasi seputar Kawasaki.

Pernah dengar nama Kawasaki? Saya pribadi, saat mendengar nama Kawasaki langsung teringat pada nama sebuah produsen motor. Namun Kawasaki yang saya maksud kali ini tidak ada sangkut pautnya dengan motor maupun balapan, karena Kawasaki yang dimaksud adalah nama sebuah kota.

Selain Yokohama, Kawasaki termasuk salah satu kota yang bisa menjadi alternatifside-trip bagi wisatawan yang menjadikan Tokyo sebagai kota tujuan wisata utamanya. Kenapa bisa begitu?

Sejarah singkat

Sebelum mengenal sejarah singkat tentang Kawasaki, saya ingin memberikan gambaran mengenai posisi geografis dari kota ini. Tokyo dan Yokohama memiliki jarak yang cukup dekat, bisa di akses selama kurang lebih 30 menit menggunakan kereta api. Nah, kota Kawasaki ini berada tepat di antara Tokyo dan Yokohama.

Bentuk kotanya memanjang barat-timur dengan total panjang 30 km, sehingga bisa dibilang kota ini “terjepit” di antara Tokyo dan Yokohama. Itulah mengapa Kawasaki ideal sebagai salah satu alternatif side-trip karena posisinya yang lebih dekat dan lebih mudah di akses dari Tokyo.

Sebagai salah satu kota yang berbatasan langsung dengan Tokyo, pada masa Edo (saat itu Tokyo bernama Edo), kota Kawasaki populer sebagai tempat pemberhentian para pelancong yang akan memasuki Edo. Setelah jalur kereta api pertama dibangun di era Meiji, yaitu Tokaido Main Line, Kawasaki pun berkembang menjadi kawasan industri yang berpusat di sekitar area waterfront.

Pada masa Perang Dunia II, kawasan industri tersebut banyak yang hancur. Setelah pulih dari masa peperangan, perlahan tapi pasti Kawasaki tak hanya menjadi kawasan industri, namun juga berkembang menjadi kawasan perumahan. Saat ini Kawasaki menjadi kota terbesar ke-9 di Jepang dan terdiri dari 7 distrik yang masing-masing memiliki keunikan tersendiri.

Yang menarik dari Kawasaki

Sebetulnya, Kawasaki bukanlah kota tujuan wisata utama di Jepang. Namun bukan berarti kota ini tidak memiliki atraksi maupun obyek wisata menarik lho. Ada beberapa obyek wisata populer yang membuat kota ini layak untuk dikunjungi. Yang pertama adalah Kawasaki Daishi Temple (nama resminya adalah Heiken-ji).

Kuil Budha ini pertama berdiri tahun 1128. Walau telah mengalami beberapa renovasi karena pernah hancur saat perang, kuil ini tetap menjadi obyek wisata utama di Kawasaki karena posisinya sebagai kuil pusat dari Sekte Chizan, Shingon Buddhism. Di sekitar Kawasaki Daishi ini terdapat shopping arcade sepanjang 200 meter yang disebut Nakamise-dori.

Kawasaki Daishi Temple [foto: Willhsmit/wikimedia]
Kawasaki Daishi Temple [foto: Willhsmit/wikimedia]
Kawasaki Daishi Temple [foto: MGAt3bot2/wikimedia]
Kawasaki Daishi Temple [foto: MGAt3bot2/wikimedia]
Kawasaki Daishi Temple [foto: Haya_BS/flickr]
Kawasaki Daishi Temple [foto: Haya_BS/flickr]
Kawasaki Daishi Temple [foto: Truthiness/flickr]
Kawasaki Daishi Temple [foto: Truthiness/flickr]
 

Tempat wisata favorit lainnya adalah Fujiko F.Fujio Museum, atau populer dengan nama Doraemon Museum. Tempat ini merupakan museum untuk mengenang Fujiko F.Fujio, mangaka yang telah mengeluarkan beberapa karya populer seperti Doraemon, P-Man, Ninja Hattori, dan sebagainya.

Fujiko F.Fujio Museum [foto: Aimaimyi/wikimedia]
Fujiko F.Fujio Museum [foto: Aimaimyi/wikimedia]
Fujiko F.Fujio Museum [foto: Kentaro Ohno/flickr]
Fujiko F.Fujio Museum [foto: Kentaro Ohno/flickr]
Fujiko F.Fujio Museum [foto: Yoppy/flickr]
Fujiko F.Fujio Museum [foto: Yoppy/flickr]
Fujiko F.Fujio Museum [foto: Yoppy/flickr]
Fujiko F.Fujio Museum [foto: Yoppy/flickr]
 

Nihon Minkaen menjadi obyek wisata favorit lainnya. Tempat ini merupakan museum terbuka yang memiliki koleksi bangunan yang berasal dari periode Edo (1603-1867), dan merupakan salah satu fasilitas yang ada di Ikuta Ryokuchi Park. Ikuta Ryokuchi Park sendiri termasuk salah satu obyek wisata menarik di Kawasaki karena memiliki fasilitas yang beragam. Mudah-mudahan bisa saya tulis terpisah..

Nihon Minka-en [foto: Fg2/wikimedia]
Nihon Minka-en [foto: Fg2/wikimedia]
Nihon Minka-en [foto: Fg2/wikimedia]
Nihon Minka-en [foto: Fg2/wikimedia]
Nihon Minka-en [foto: Tripfantastic/flickr]
Nihon Minka-en [foto: Tripfantastic/flickr]
Nihon Minka-en [foto: Tripfantastic/flickr]
Nihon Minka-en [foto: Tripfantastic/flickr]
 

Masih banyak obyek wisata lainnya di Kawasaki. Pecinta Korea bisa mampir ke Korea Town, daerah yang menjadi pusatnya populasi warga Korea di Kawasaki. Ada lebih dari 80 restoran dan toko bahan makanan Korea terdapat disana.

Kawasaki juga memiliki beberapa museum menarik seperti Kawasaki Isago no Sato Museum yang memiliki beragam koleksi seni budaya dari periode Edo; Taro Okamoto Museum of Art yang menyimpan beragam karya dari Taro Okamoto dan orang tuanya; Kawasaki City Museum, dan banyak lagi.

Kota ini juga memiliki taman bermain yang memiliki wahana permainan seru dan fasilitas pelengkap lainnya, yaitu Yomiuriland. Terdapat juga kuil-kuil lain, kebun binatang, taman, dan aneka pilihan wisata industri yang akan mengajak wisatawan untuk lebih mengenal berbagai industri yang ada di Kawasaki. Intinya, di setiap distrik di Kawasaki terdapat beragam obyek wisata menarik yang bisa dikunjungi.

Yomiuriland [foto: Thecrypt/flickr]
Yomiuriland [foto: Thecrypt/flickr]
Yomiuriland [foto: atk1983/flickr]
Yomiuriland [foto: atk1983/flickr]
Yomiuriland [foto: atk1983/flickr]
Yomiuriland [foto: atk1983/flickr]
Yomiuriland [foto: rsa/wikimedia]
Yomiuriland [foto: rsa/wikimedia]

Rekomendasi

Bingung menentukan obyek wisata pilihan di Kawasaki? Mampir saja dulu ke Kawasaki Travel Information Center (buka setiap hari mulai pukul 10.00-17.00). Pusat informasi tersebut hanya berjarak 30 detik jalan kaki dari Stasiun JR Kawasaki. Terdapat layanan penerjemah dalam bahasa Inggris, Cina, dan Korea. Di sana wisatawan juga bisa mendapatkan free Wi-Fi card (khusus untuk wisatawan asing) yang bisa digunakan dalam jangka waktu 14 hari.

La Cittadella [foto: Chiether/wikimedia]
La Cittadella [foto: Chiether/wikimedia]
Kawasai Peace Museum [foto: Tokyo Watcher/wikimedia]
Kawasai Peace Museum [foto: Tokyo Watcher/wikimedia]
Kawasaki Art Center [foto: Lover of romance/wikimedia]
Kawasaki Art Center [foto: Lover of romance/wikimedia]
Lazona Kawasaki [foto: OiMax/flickr]
Lazona Kawasaki [foto: OiMax/flickr]

Akses menuju Kawasaki

Kawasaki sangat mudah di akses dari Tokyo dan Bandara Haneda (note: dari Haneda harus transit dulu di Shinagawa). Sebagian besar kereta yang menghubungkan Tokyo dan Yokohama akan berhenti di Kawasaki, sehingga Kawasaki ideal dikunjungi oleh wisatawan yang akan pergi ke Yokohama.

Namun mengingat kota ini memiliki bentuk yang memanjang, stasiun yang menjadi tempat pemberhentian tersebut bisa berbeda-beda tergantung jalur yang dilaluinya. Berikut akses termudah menuju beberapa stasiun besar di Kawasaki.

Dari Stasiun Tokyo:

  • JR Keihin-Tohoku/Negishi Line, ¥290*, 25 menit. Turun di Stasiun Kawasaki.
  • JR Tokaido Line, ¥290*, 19 menit. Turun di Stasiun Kawasaki.
  • JR Yokosuka Line, ¥290*, 18 menit. Turun di Stasiun Musashi-Kosugi.

Dari Stasiun Shinjuku:

  • JR Shonan-Shinjuku Line (via Tokaido Line), ¥380*, 19 menit. Turun di Stasiun Musashi-Kosugi.
  • Odakyu Odawara Line, ¥240*, 17-34 menit (tergantung apakah naik kereta express atau local). Turun di Stasiun Noborito.

Dari Stasiun Shibuya:

  • Tokyu Denentoshi Line, ¥190*, 18 menit. Turun di Stasiun Mizonokuchi.
  • Tokyu Toyoko/Minatomirai Line, ¥190*, 19 menit. Turun di Stasiun Musashi-Kosugi. Untuk akses lebih cepat, pilih kereta express.

Dari Stasiun Shinagawa:

  • JR Tokaido Line, ¥210*, 9 menit. Turun di Stasiun Kawasaki.
  • JR Keihin-Tohoku/Negishi Line, ¥210*, 15 menit. Turun di Stasiun Kawasaki.
  • JR Yokosuka Line, ¥160*, 10 menit. Turun di Stasiun Musashi-Kosugi.

* * *

* Harga sewaktu-waktu dapat berubah.
** Seluruh foto diambil melalui creative commons. Tidak ada perubahan dari foto aslinya.

 

Side Trip From Tokyo (1): Yokohama

Side Trip From Tokyo (3): Kamakura

Side Trip From Tokyo (4): Enoshima Island

Side Trip From Tokyo (5): Narita

 

Comments

comments