fbpx
Home Guides Side Trip From Tokyo (5): Narita

Side Trip From Tokyo (5): Narita

Yokohama, sudah. Kawasaki, sudah. Kamakura dan Enoshima, juga sudah. Lalu masih ada lagi nggak kota lain yang bisa dijadikan tujuan side-trip dari Tokyo?

Jawabannya, banyak. Kota-kota yang sudah disebut di atas baru sebagian kota yang termasuk dalam wilayah prefektur Kanagawa. Nah, Tokyo sendiri posisinya diapit oleh prefektur Kanagawa (di sebelah selatan), prefektur Chiba (di sebelah timur), prefektur Saitama (di sebelah utara), dan prefektur Yamanashi (di sebelah barat).

Masing-masing prefektur tersebut memiliki banyak sekali kota dengan aspek pariwisata yang dikelola dengan baik, sehingga masih sangat banyak kota tujuan wisata lain yang bisa dikunjungi sebagai alternatif side-trip saat berada di Tokyo.

Walau kota-kota tersebut jumlahnya banyak, dan bahkan ada juga yang termasuk obyek wisata paling populer di Jepang seperti Gunung Fuji, Nikko, dan Hakone, namun saya ingin fokus dulu pada kota-kota yang bisa dikunjungi pulang-pergi dari Tokyo (tanpa harus memindahkan akomodasi ke kota tersebut).

Baru setelahnya giliran aneka kota tujuan wisata yang bisa dikunjungi pulang-pergi maupun (karena satu dan lain hal) harus menginap disana. Kali ini saya ingin bergeser ke sebelah timur Tokyo, yaitu prefektur Chiba. Disana banyak juga kota yang menarik untuk dikunjungi, salah satunya adalah Narita.

Sejarah singkat

Narita? Memangnya ada tempat wisata di Narita International Airport? Kalau bicara tentang Narita, pasti yang langsung terpikir adalah Narita International Airport alias Bandara Narita. Selain Bandara Haneda (atau Haneda International Airport), Bandara Narita memang bandara internasional terdekat dari Tokyo.

Tapi sebetulnya, bandara tersebut dinamakan Narita karena memang berdiri di kota Narita, yang jaraknya kurang lebih 60 km dari Tokyo. Jadi Narita yang dimaksud disini bukanlah Bandara Narita, melainkan kota Narita.

Sejarah Narita sudah dimulai sejak jaman Japanese Paleolithic, kira-kira 50000-30000 sebelum masehi. Karena di kota ini terdapat beberapa sungai kecil, Narita pun perlahan-lahan menjadi pusat kehidupan untuk daerah sekitarnya.

Seiring berjalannya waktu, di Narita kemudian berdiri beberapa fasilitas penting seperti kuil Shinsho-ji (tahun 940) yang menjadi salah satu pusat ziarah. Setelah dibangunnya Bandara Narita, kota Narita pun memantapkan diri menjadi kota yang berfokus pada transportasi, logistik, dan juga wisata.

Narita City Office [foto: Hoku-sou-san/wikimedia]
Narita City Office [foto: Hoku-sou-san/wikimedia]
Jyoso Bridge [foto: Katorisi/wikimedia]
Jyoso Bridge [foto: Katorisi/wikimedia]
Sanrizuka Park [foto: Katorisi/wikimedia]
Sanrizuka Park [foto: Katorisi/wikimedia]
Sakura no Yama [foto: Katorisi/wikimedia]
Sakura no Yama [foto: Katorisi/wikimedia]

Yang menarik di Narita

Ada beberapa fasilitas menarik di kota ini yang bisa dikunjungi sebelum meninggalkan Jepang (via Narita) maupun sesaat setelah mendarat di Narita (sebelum menuju Tokyo). Daya tarik utama dari kota ini tentu saja Narita International Airport.

Bandara yang dibangun untuk mengurangi kepadatan Bandara Haneda ini (dibangun pada tahun 1960-an) memang dikenal sebagai salah satu pintu masuk dan pintu keluar terpenting dari dan menuju Jepang. Namun jika bicara tentang obyek wisata, yang paling populer adalah Naritasan (atau Naritasan Shinshoji Temple), alias kuil Shinsho-ji.

Kuil Budha yang usianya sudah ribuan tahun ini lokasinya tak begitu jauh dari Bandara Narita, dan sudah sangat dikenal sebagai salah satu tempat wisata populer di Narita. Jika punya waktu senggang sebelum flight dari Narita (atau jika kebetulan transit di Narita), bisa mengunjungi kuil ini.

Narita Airport [foto: Abasaa/wikimedia]
Narita Airport [foto: Abasaa/wikimedia]
Narita Airport [foto: Terence Ong/wikimedia]
Narita Airport [foto: Terence Ong/wikimedia]
Narita Airport [foto: Hyougushi/flickr]
Narita Airport [foto: Hyougushi/flickr]
Narita Airport [foto: Marufish/wikimedia]
Narita Airport [foto: Marufish/wikimedia]  
 

Obyek wisata lain yang lokasinya tak jauh dari Bandara Narita adalah Museum of Aeronautical Sciences. Museum ini lokasinya persis di luar Bandara Narita, dan memiliki beberapa fasilitas menarik seperti observation area untuk mengamati runway.

Obyek wisata terdekat lainnya dari Bandara Narita adalah Boso no Mura, sebuah museum terbuka mengenai kehidupan tradisional daerah Boso; Yamato no Yu, pemandian air panas khas Jepang; dan National Museum of Japanese History, yaitu sebuah museum sejarah Jepang.

Diluar obyek wisata yang sudah disebutkan, masih ada obyek wisata lainnya seperti Sawara (kota kecil yang dikenal dengan sebutan Little Edo), dan Katori Jingu (kuil Shinto yang menjadi pusat dari ratusan kuil Katori di seluruh Jepang). Mudah-mudahan untuk tulisan berikutnya ada beberapa obyek wisata yang bisa di review lebih lanjut, maupun disusun dalam bentuk itinerary.

Naritasan [foto: 663highland/wikimedia]
Naritasan [foto: 663highland/wikimedia]
Museum of Aeronautical Science [foto: Mamo/wikimedia]
Museum of Aeronautical Science [foto: Mamo/wikimedia]
Boso no mura [foto: Tanaka Juuyoh/flickr]
Boso no mura [foto: Tanaka Juuyoh/flickr]
Sawara city [foto: Katorisi/wikimedia]
Sawara city [foto: Katorisi/wikimedia]   

Rekomendasi

Jika memang berniat untuk bepergian dari Tokyo-Bandara Narita dan sebaliknya, sebaiknya membeli kartu SUICA NEX. Detail mengenai SUICA NEX bisa dibaca disini. Dari Bandara Narita, tinggal mengakses stasiun kereta lain untuk mencapai berbagai obyek wisata di Narita.

Akses dari Tokyo

Ada beberapa stasiun yang terdapat di Narita. Namun saya hanya akan mengulas akses dari Tokyo menuju beberapa stasiun besar di Narita, yaitu Stasiun JR Narita, Stasiun Keisei-Narita, dan Narita Airport.  

Stasiun Narita [foto: Kouchiumi/wikimedia]
Stasiun Narita [foto: Kouchiumi/wikimedia]
Stasiun Keisei-Narita [foto: Mutimaro/wikimedia]
Stasiun Keisei-Narita [foto: Mutimaro/wikimedia]
Stasiun Narita Airport [foto: Filler/wikimedia]
Stasiun Narita Airport [foto: Filler/wikimedia]
Stasiun Narita Airport Keisei Line [foto: Filler/wikimedia]
Stasiun Narita Airport Keisei Line [foto: Filler/wikimedia]
 

Dari Stasiun Shinjuku:

  • JR Yamanote Line (outer loop), ¥190*, 21 menit. Turun di Stasiun Nippori, ganti naik Keisei Main Line, ¥750*, 71-84 menit. Turun di Stasiun Keisei-Narita.
  • Atau, di Stasiun Nippori naik Keisei Skyliner, ¥1200*, 45 menit, turun di Narita Airport Terminal 1.
  • JR Chuo/Sobu Line, ¥1280*, 69 menit. Turun di Stasiun Chiba, transfer ke JR Narita Line, ¥0*, 34 menit. Turun di Stasiun Narita.

Dari Stasiun Shibuya:

  • LTD EXP Narita Express, ¥1450*, 72-76 menit. Turun di Narita Airport Terminal 1 atau Terminal 2.
  • JR Yamanote Line, ¥190*, 29 menit. Turun di Stasiun Nippori, lalu naik Keisei Main Line Ltd.Exp., ¥750*, 68 menit. Turun di Stasiun Keisei-Narita.

Dari Stasiun Tokyo:

  • JR Keihin-Tohoku/Negishi Line, ¥150*, 11 menit. Turun di Stasiun Nippori, lalu naik Keisei Main Line, ¥750*, 64 menit. Turun di Stasiun Keisei-Narita.
  • LTD.EXP Narita Express, ¥1280*, 55 menit. Turun di Narita Airport. Jika ingin lanjut ke Stasiun Narita, dari Narita Airport tinggal naik LTD.EXP Narita Express, ¥190*, 9 menit.

Dari Stasiun Shinagawa:

  • LTD.EXP Narita Express, ¥1450*, 69 menit. Turun di Narita Airport.
  • JR Keihin-Tohoku/Negishi Line, ¥190*, 22 menit. Turun di Stasiun Nippori, ganti naik Keisei Main Line, ¥750*, 65 menit. Turun di Stasiun Keisei-Narita.

* * *

* Harga sewaktu-waktu dapat berubah.
** Seluruh foto diambil melalui creative commons. Tidak ada perubahan dari foto aslinya.

 

Side Trip From Tokyo (1): Yokohama

Side Trip From Tokyo (2): Kawasaki

Side Trip From Tokyo (3): Kamakura

Side Trip From Tokyo (4): Enoshima Island

Comments

comments