Bagi yang sedang sibuk menyusun itinerary ke Tokyo, kira-kira tempat wisata mana saja yang sudah masuk dalam list? Tokyo Disneyland? Tokyo Disneysea? Atau mungkin berkeliling menikmati kemodernan kota Tokyo?

Biasanya, saat menentukan daftar tempat wisata yang akan dikunjungi selama berada di Tokyo, berbagai taman hiburan maupun aneka distrik populer seperti Shibuya dan Harajuku berada dalam daftar list teratas.

List selanjutnya berisi kunjungan ke berbagai landmark kota, seperti Tokyo Tower maupun Tokyo Skytree. Namun sebetulnya masih banyak variasi aktifitas yang bisa dilakukan di Tokyo lho. Bagi Jalan2ers yang suka dengan suasana alam, kenapa nggak mencoba melakukan hiking?

Eh, memangnya ada gunung di Tokyo? Bukannya Tokyo itu kota di pinggir laut?

Ya betul, Tokyo memang kota yang letaknya tepat di tepi laut. Tapi bukan berarti di kota ini nggak ada gunung lho. Tokyo memiliki 2 gunung yang paling populer dikunjungi oleh wisatawan pecinta alam adalah Gunung Takao (atau Takao-san) dan Gunung Mitake (atau Mitake-san). Kali ini saya ingin berbagi informasi tentang Takao-san yang letaknya paling dekat dengan pusat kota Tokyo.

Puncak Takao-san [foto: wikimedia commons]
Puncak Takao-san [foto: wikimedia commons]
Puncak Takao-san [foto: Guilhem Vellut]
Puncak Takao-san [foto: Guilhem Vellut]
Puncak Takao-san [foto: Guilhem Vellut]
Puncak Takao-san [foto: Guilhem Vellut]
Gunung Fuji dilihat dari Takao-san [foto: Rob Young]
Gunung Fuji dilihat dari Takao-san [foto: Rob Young]
 

Takao-san berlokasi di Hachioji, Tokyo. Lokasinya kira-kira di sebelah tenggara wilayah Kanto. Jaraknya kira-kira 50 km dari pusat kota Tokyo dan bisa ditempuh kurang lebih 50 menit dari Shinjuku (dengan biaya ¥370).

Posisinya yang tak terlalu jauh dari Tokyo inilah yang membuat Takao-san populer sebagai tempat untuk menikmati keindahan alam disaat penduduk Tokyo bosan dengan suasana perkotaan. Tapi sebetulnya apa sih yang membuat Taka-san populer? Berikut beberapa hal menarik tentang Takao-san, siapa tahu bisa menginspirasi Jalan2ers untuk melakukan hiking di Tokyo:

  • Walau lokasinya tak begitu jauh dari kota sebesar Tokyo, keasrian alam di Takao-san ini sangat terjaga. Itu karena Takao-san sudah lama dianggap sebagai gunung suci yang sering dihubungkan dengan Tengu, salah satu dewa dalam mitologi Jepang yang dipercaya memiliki bentuk perpaduan antara burung dan manusia. Takao-san juga telah ditetapkan menjadi Meiji-no-mori Takao Quasi-National Park, dan mendapat anugerah bintang 3 Michelin Green Guides sebagai tempat terbaik untuk melihat Jepang yang sebenarnya.
  • Gunung ini sangat mudah di akses oleh pemula sekalipun. Terdapat 7+1 hiking trail di sekitar Takao-san, 3 diantaranya bisa memiliki jalur langsung menuju puncak Takao-san yang berada di ketinggian 599 meter di atas permukaan laut. Bagi yang malas mendaki dari bawah, tersedia opsi kereta gantung dan kereta kabel (berangkat dari Stasiun Kiyotaki) yang dapat mencapai hingga setengah perjalanan di jalur 1 (berhenti di Stasiun Takaosan). Tiket untuk kereta gantung dan kereta kabel memiliki harga yang sama: ¥470 (dewasa, sekali jalan), ¥900 (dewasa, pulang-pergi), ¥230 (anak-anak, sekali jalan), dan ¥450 (anak-anak, pulang-pergi).  
Stasiun lift [foto: Guilhem Vellut]
Stasiun lift [foto: Guilhem Vellut]
Kereta gantung [foto: Dick Thomas Johnson]
Kereta gantung [foto: Dick Thomas Johnson]
Kereta kabel [foto: Toooooool]
Kereta kabel [foto: Toooooool]
  • Masing-masing jalur hiking memiliki keunikan tersendiri. Berikut ringkasan apa saja yang bisa ditemukan di masing-masing jalur.

– Trail 1 (Omotesando Trail), memiliki panjang 3,8 km. Terdapat 8 toilet dan 3 tempat peristirahatan di sepanjang jalur hiking. Jalur ini termasuk jalur paling populer karena mudah dilalui dan merupakan akses terbaik menuju ke kuil Yakuoin, kuil suci di Takao-san.

Trail 1 [foto: Rob Young]
Trail 1 [foto: Rob Young]
Trail 1 [foto: Rob Young]
Trail 1 [foto: Rob Young]
Trail 1 [foto: Rob Young]
Trail 1 [foto: Rob Young]
Yakuonin Temple [foto: Rob Young]
Yakuonin Temple [foto: Rob Young]
 

– Trail 2 (Kasumidai Loop Trail), memiliki jalur berbentuk melingkar yang mengitari kawasan Monkey Park dan Wild Plant Garden dengan total panjang 900 m. Terdapat 2 toilet dan 1 tempat istirahat.

Monkey Park [foto: Guilhem Vellut]
Monkey Park [foto: Guilhem Vellut]
Wild Plant Garden [foto: Guilhem Vellut]
Wild Plant Garden [foto: Guilhem Vellut]
 

– Trail 3 (Japanese Judas Tree Trail), jalurnya sepanjang 2,4 km tanpa toilet dan tempat istirahat. Terdapat beragam pohon sub-tropis dan tanaman liar di sepanjang jalur, serta 3 buah jembatan. Jalur ini mengarah ke trail 5 yang mengitari puncak Takao-san.

– Trail 4 (Suspension Brige Trail), memiliki jalur sepanjang 1,5 km dan terdapat 1 toilet umum. Awal jalur ini terletak kira-kira 400 meter dari stasiun kereta gantung. Jalurnya sendiri melewati pepohonan rimbun, dan juga melewati jembatan gantung.

Trail 4 [foto: Rob Young]
Trail 4 [foto: Rob Young]
Trail 4 [foto: Rob Young]
Trail 4 [foto: Rob Young]
Trail 4 [foto: Rob Young]
Trail 4 [foto: Rob Young]
 

– Trail 5 (Mt.Takao Peak Loop Trail), jalurnya berbentuk melingkar, tepatnya melingkari puncak Takao-san. Terdapat 2 toilet dan 1 tempat istirahat di jalur sepanjang 900 m ini, dan di tengahnya terdapat Visior Center.

Trail 5 [foto: Guilhem Vellut]
Trail 5 [foto: Guilhem Vellut]
Trail 5 [foto: Guilhem Vellut]
Trail 5 [foto: Guilhem Vellut]
Trail 5 [foto: Guilhem Vellut]
Trail 5 [foto: Guilhem Vellut]
Trail 5 [foto: Guilhem Vellut]
Trail 5 [foto: Guilhem Vellut]
 

– Trail 6 (Biwa Waterfall Trail), jalurnya sepanjang 3,3 km dengan 1 toilet umum. Jalur ini disebut-sebut sebagai salah satu jalur yang paling menarik karena melintasi hutan yang dipenuhi pohon cemara, dan melewati beberapa tempat menarik seperti Sungai Biwataki, Gua Iwayadaishi (yang sering dikaitkan dengan tokoh Budha ternama Kobo Daishi), dan Air Terjun Biwa.

Trail 6 [foto: Rob Young]
Trail 6 [foto: Rob Young]
Trail 6 [foto: Rob Young]
Trail 6 [foto: Rob Young]
 

– Inariyama Trail (Panoramic Ridge Trail), memiliki jalur sepanjang 3,1 km dan terdapat 3 toilet umum. Jalur ini dipenuhi dengan bunga Hidrangea dan Lili yang mekar di sepanjang bulan Juni dan Juli, dan dipenuhi dengan pohon Maple yang akan berubah warna di musim gugur.

– Mount Takao/Mt.Jimba Trail, merupakan jalur terpanjang (18,5 km) dengan 7 toilet dan 7 tempat istirahat. Jalur ini melewati puncak Takao-san menuju ke arah barat, dan berujung di Gunung Jinba yang memiliki puncak setinggi 857 di atas permukaan laut.

  • Puncak Takao-san memang hanya setinggi 599 meter. Tapi gunung ini populer dikunjungi oleh wisatawan, terutama saat musim gugur. Saat itu daun-daun akan berubah warna dan menampilkan pemandangan yang indah dan penuh warna. Pada periode tersebut, Takao-san bisa sangat ramai dikunjungi wisatawan, terutama di akhir pekan. Jadi jika ingin menikmati suasana dengan lebih santai, sebaiknya hindari berkunjung di akhir pekan.
Musim gugur di Takao-san [foto: Guilhem Vellut]
Musim gugur di Takao-san [foto: Guilhem Vellut]
Musim gugur di Takao-san [foto: Dick Thomas Johnson]
Musim gugur di Takao-san [foto: Dick Thomas Johnson]
Musim gugur di Takao-san [foto: Dick Thomas Johnson]
Musim gugur di Takao-san [foto: Dick Thomas Johnson]
Sebagai gunung yang populer dikunjungi oleh wisatawan, Takao-san memiliki beberapa obyek wisata menarik seperti Kuil Yakuoin, Monkey Park dan Wild Plant Garden, observatorium, serta memiliki beberapa agenda wisata rutin. Detail apa saja yang bisa ditemukan di Takao-san akan saya ulas dalam tulisan berikutnya..

Takao-San Dan Berbagai Tempat Menarik Didalamnya

 

* Seluruh foto dicari melalui creative commons. Mayoritas diambil dari flickr, dan credit nama berdasarkan username flickr (kecuali untuk Guilhem Vellut, username flickr-nya adalah *_*). Tidak ada perubahan dari foto aslinya.

Comments

comments