fbpx
Home Guides Takeda Castle Dan Cerita Tentang Kastil Di Balik Awan

Takeda Castle Dan Cerita Tentang Kastil Di Balik Awan

Beberapa hari lalu saat sedang asyik berselancar di dunia maya, ada satu link artikel di sebuah website yang langsung mencuri perhatian saya. Judul persisnya saya lupa, begitu juga dengan website-nya. Kurang lebih judulnya seperti ini: “Takeda Castle, Japan’s Machu Picchu” (yes, Picchu, bukan Pikachu).

Machu Picchu! Inca! Wohoho! Saya memang doyan banget dengan hal-hal yang berbau sejarah dan arkeologi, khususnya tentang sejarah peradaban manusia. Apalagi karena saat kuliah Arsitektur dulu saya pernah mendapat mata kuliah tentang sejarah peradaban manusia (atau sejarah perkembangan arsitektur ya? Lupa!), kisah-kisah tentang cikal bakal peradaban modern seperti kota Mohenjo-daro, suku Inca, Maya, dan Aztec, selalu berhasil membuat saya terpukau.

Dikombinasikan dengan ketertarikan pada budaya Jepang, tagline “Japan’s Machu Picchu” sukses menyulut rasa penasaran saya. Betapa tidak? Walau nilai geografi saya hanya cukup untuk lulus dengan nilai “ya begitulah”, paling nggak saya tahu jika Machu Picchu, yang notabene ada di Peru, jelas nggak ada hubungannya dengan Jepang. Lha terus kok bisa sampai ada Machu Picchu di Jepang?

Sayangnya, tak banyak informasi yang bisa saya dapat mengenai Takeda Castle dalam artikel singkat yang saya baca sekilas lalu itu. Jadi untuk memuaskan rasa penasaran, saya mengumpulkan beberapa informasi tentang kastil yang sekaligus dijuluki istana di atas awan itu (Katon Bagaskara mode on. Eh, itu mah Negeri di Awan ya?), sekaligus berbagi foto-foto menarik yang bisa ditemukan seputaran Takeda Castle. Siapa tahu ada yang berminat main ke Machu Picchu-nya Jepang suatu saat nanti.

Sekilas info

Takeda Castle, atau Kastil Takeda, berlokasi di kota Asago, Prefektur Hyogo. Masih satu prefektur dengan Himeji Castle, kastil paling populer di Jepang yang pernah saya singgung disini. Sejarah Takeda Castle dipercaya dimulai pada tahun 1441 (walau ada juga yang menyebutkan tahun 1431). Konon Ohtagaki Mitsukage, seorang penguasa di daerah tersebut, memerintahkan pembangunan kastil ini sebagai benteng kubu untuk Izushi Castle.

Dari tadi saya menulis tentang Takeda Castle. Pada kenyataannya, kastil tersebut kini sudah tak ada, alias tinggal reruntuhannya saja. Jadi, setelah Takeda Castle dikuasai oleh Toyotomi Hideyoshi pada tahun 1557, pemilik kastil ini terus berganti-ganti. Setelah penguasa terakhirnya, yaitu Akamatsu Hirohide, bunuh diri pada tahun 1600-an, kastil ini pun lalu terbengkalai dan akhirnya kini tinggal fondasinya saja.

Takeda Castle [foto: Takeshi Kouno/wikimedia]
Takeda Castle [foto: Takeshi Kouno/wikimedia]
Takeda Castle [foto: Norio Nakayama/wikimedia]
Takeda Castle [foto: Norio Nakayama/wikimedia]
Takeda Castle [foto: Baku13/wikimedia]
Takeda Castle [foto: Baku13/wikimedia]
Takeda Castle [foto: Norio.Nakayama/flickr]
Takeda Castle [foto: Norio.Nakayama/flickr]

Yang menarik dari Takeda Castle

Sampai disini mungkin ada yang bingung, apa bagusnya mengunjungi reruntuhan kastil? Kenapa bisa Takeda Castle bisa disebut sebagai Japan’s Machu Picchu dan Castle in the Sky?

Hiking menuju Takeda Castle [foto: Norio.nakayama/flickr, Tetsukun0105/flickr]
Hiking menuju Takeda Castle [foto: Norio.nakayama/flickr, Tetsukun0105/flickr]
Reruntuhan Takeda Castle [foto: Norio.nakayama/flick]
Reruntuhan Takeda Castle [foto: Norio.nakayama/flick]
Reruntuhan Takeda Castle [foto: Norio.nakayama/flick]
Reruntuhan Takeda Castle [foto: Norio.nakayama/flick]
Reruntuhan Takeda Castle [foto: Bullets95/flickr]
Reruntuhan Takeda Castle [foto: Bullets95/flickr]
 

Kepopuleran Takeda Castle dipercaya cukup dipicu oleh sebuah film yang berjudul “Anata e”, yang bisa diterjemahkan sebagai “dearest” (dibintangi oleh Ken Takakura). Pada tahun 2012, film tersebut melakukan shooting di reruntuhan Takeda Castle. Ibarat gula, reruntuhan Takeda Castle pun mulai dikerubuti oleh wisatawan yang jumlahnya terus bertambah.

Wisatawan yang telah berkunjung ke sana lalu menyebarkan berbagai informasi yang memancing wisatawan lainnya untuk datang, dan akhirnya Takeda Castle pun kini dikenal secara luas. Kabar terakhir, Takeda Castle ini telah diakui sebagai 1 dari 100 kastil paling populer di Jepang. Untuk masuk ke reruntuhan ini pun kini dikenakan biaya sebesar ¥300*.

Suasana di Takeda Castle [foto: m-louis/flickr]
Suasana di Takeda Castle [foto: m-louis/flickr]
Suasana di Takeda Castle [foto: m-louis/flickr]
Suasana di Takeda Castle [foto: m-louis/flickr]
Suasana di Takeda Castle [foto: m-louis/flickr]
Suasana di Takeda Castle [foto: m-louis/flickr]
Suasana di Takeda Castle [foto: Reggaeman/wikimedia]
Suasana di Takeda Castle [foto: Reggaeman/wikimedia]
 

Daya tarik utama dari Takeda Castle adalah posisinya yang berada tepat di puncak gunung. Di waktu tertentu, biasanya pada pagi hari di musim dingin, reruntuhan istana ini diselimuti oleh kabut tebal.

Gara-gara kabut tebal itulah Takeda Castle terlihat seperti berada di atas awan dan menyentuh langit, dan dari kastil ini terkadang bisa menikmati pemandangan menakjubkan: lautan awan. Dari sanalah muncul julukan “castle in the sky”.

Takeda Castle, the castle in the sky [foto: Norio.nakayama/flickr]
Takeda Castle, the castle in the sky [foto: Norio.nakayama/flickr]
Takeda Castle, the castle in the sky [foto: Norio.nakayama/flickr]
Takeda Castle, the castle in the sky [foto: Norio.nakayama/flickr]
Takeda Castle, the castle in the sky [foto: Norio.nakayama/flickr]
Takeda Castle, the castle in the sky [foto: Norio.nakayama/flickr]
Takeda Castle, the castle in the sky [foto: Bullets95/flickr]
Takeda Castle, the castle in the sky [foto: Bullets95/flickr]
 

Daya tarik lain dari Takeda Castle tentu saja terletak pada reruntuhan kastil tersebut. Walau kini hanya tersisa pondasinya saja, ukuran reruntuhan ini cukup memukau. Takeda Castle membentang sepanjang 400 meter dari utara ke selatan, dan 100 meter dari timur ke barat.

Dikombinasikan dengan posisinya yang berada di puncak gunung, inilah yang membuatnya dianggap sebagai Japan’s Machu Picchu. Memang sih, ketinggiannya tidak setinggi Machu Picchu asli yang mencapai 2430 meter. Takeda Castle “hanya” berada di ketinggian 354 meter di atas permukaan laut. Namun kemegahan reruntuhannya plus posisinya yang berada di ketinggian, membuat kastil ini cukup memberikan nuansa ala Machu Picchu. Versi Jepang, tentunya.

Kompleks reruntuhan kastil [foto: Norio.nakayama/flickr
Kompleks reruntuhan kastil [foto: Norio.nakayama/flickr
Kompleks reruntuhan kastil [foto: Tetsukun0105/flickr
Kompleks reruntuhan kastil [foto: Tetsukun0105/flickr
Kompleks reruntuhan kastil [foto: Taka@城/wikimedia]
Kompleks reruntuhan kastil [foto: Taka@城/wikimedia]
Kompleks reruntuhan kastil [foto: Baku13/wikimedia]
Kompleks reruntuhan kastil [foto: Baku13/wikimedia]
 

Point menarik lainnya, karena posisinya yang tepat di puncak gunung, dari reruntuhan kastil ini pengunjung bisa menikmati pemandangan 360 derajat ke sekitarnya, termasuk melihat-lihat kota di bawahnya. Suasananya relatif tenang, walau seiring dengan meningkatnya kepopuleran Takeda Castle, tempat ini mulai banyak dikunjungi oleh wisatawan.

Waktu terbaik untuk berkunjung Takeda Castle adalah di musim gugur, karena pada saat itu pepohonan di gunung sekitarnya sudah berubah warna dan pemandangannya luar biasa indah.

View dari Takeda Castle [foto: Tetsukun0105/flickr]
View dari Takeda Castle [foto: Tetsukun0105/flickr]
View dari Takeda Castle [foto: Tetsukun0105/flickr]
View dari Takeda Castle [foto: Tetsukun0105/flickr]
View dari Takeda Castle [foto: m-louis/flickr]
View dari Takeda Castle [foto: m-louis/flickr]
View dari Takeda Castle [foto: Reggaeman/wikimedia]
View dari Takeda Castle [foto: Reggaeman/wikimedia]   

Cara mengakses Takeda Castle

Stasiun terdekat untuk mencapai kastil ini adalah melalui Stasiun Takeda. Berhubung prefektur Hyogo terletak di area Kansai, paling mudah mencapai stasiun ini jika berangkat dari Osaka dibanding dari Tokyo.

Dari Stasiun Osaka: naik LTD.EXP Konotori 1, turun di Stasiun Wadayama. Transfer ke JR Bantan Line, turun di Stasiun Takeda. Total biaya yang diperlukan ¥4710* (¥2590* untuk tiket, ¥2120* untuk biaya tempat duduk), total waktu 165 menit.

Setelah sampai di Stasiun Takeda, ada 2 opsi yang bisa ditempuh untuk mencapai Takeda Castle. Jika kondisi badan sangat fit dan suka naik gunung, bisa menempuh jalur hiking. Diperlukan waktu kurang lebih 30-60 menit jalan kaki untuk mencapai reruntuhan kastil ini.

Namun jika punya masalah kesehatan (misalnya punya masalah tulang punggung seperti saya), naik bus maupun naik taksi mungkin jadi opsi yang jauh lebih “manusiawi”. Tambahan info, karena Stasiun Takeda termasuk stasiun kecil, kereta hanya singgah setiap 2 jam sekali. Jadi jika ada kesempatan untuk berkunjung ke tempat ini, jangan lupa memperhatikan baik-baik jadwal kedatangan dan kepergian kereta dari Stasiun Takeda.

Stasiun Takeda [foto: Reggaeman/wikimedia]
Stasiun Takeda [foto: Reggaeman/wikimedia]
Stasiun Takeda dan jalur kereta api [foto: Kounosu/wikimedia]
Stasiun Takeda dan jalur kereta api [foto: Kounosu/wikimedia]
Hiking menuju Takeda Castle [foto: Tetsukun0105/flickr]
Hiking menuju Takeda Castle [foto: Tetsukun0105/flickr]
Hiking menuju Takeda Castle [foto: Tetsukun0105/flickr]
Hiking menuju Takeda Castle [foto: Tetsukun0105/flickr]

***

* Harga sewaktu-waktu dapat berubah.
** Seluruh foto diambil melalui creative commons. Tidak ada perubahan dari foto aslinya. Credit nama berdasarkan username flickr/wikimedia.

 

baca juga :

Kenalan Dengan Kastil Jepang

Tahu Nggak, Hanya Ada 12 Kastil Original Di Seluruh Jepang Lho!

Comments

comments