fbpx
Home Guides Takut Bagasi Hilang Atau Dibongkar Orang? Minimalkan Resikonya Dengan Tips Dan Trik...

Takut Bagasi Hilang Atau Dibongkar Orang? Minimalkan Resikonya Dengan Tips Dan Trik Ini!

Saat naik pesawat terbang, biasanya satu hal yang dicemaskan oleh penumpang “selain masalah keselamatan penerbangan” adalah masalah bagasi. Ya, sudah jadi rahasia umum jika setiap kali membawa bagasi, penumpang akan dihadapkan dengan resiko bagasi hilang, baik hilang seluruhnya maupun hilang sebagian isinya (alias bagasi telah dibuka oleh pihak-pihak yang nggak peduli jika mencuri itu dosa).

Ilustrasi kehilangan bagasi, via 3.bp.blogspot.com
Ilustrasi kehilangan bagasi, via 3.bp.blogspot.com

Pertanyaannya, ada nggak sih cara untuk mengamankan bagasi kita dari resiko hilang seluruhnya maupun hilang sebagian? Jawabannya, nggak ada cara yang benar-benar manjur untuk melindungi bagasi kita.

Pencurian bagasi terjadi karena berbagai faktor, terutama faktor kesempatan. Jadi, yang bisa kita lakukan hanyalah memperkecil resiko hilangnya bagasi, maupun memperkecil resiko bagasi dibongkar oleh pihak lain.

 

Beberapa tips yang layak untuk diperhatikan antara lain sebagai berikut:

1. Hindari membawa bagasi, dan pilih tas/koper yang masuk dalam kabin.

Ilustrasi koper di kabin, via thairath
Ilustrasi koper di kabin, via thairath

Salah satu tips paling wahid untuk mencegah agar bagasi nggak hilang maupun dibongkar oleh orang lain, tentu saja dengan nggak memanfaatkan fasilitas bagasi. Sebisa mungkin, bawalah tas/koper yang bisa masuk dalam kabin.

Jika nggak merasa punya keahlian untuk packing minimalis sehingga tetap harus meletakkan koper di bagasi, setidaknya tempatkan barang-barang berharga dan uang di dalam tas yang bisa masuk ke kabin dan awasi tas tersebut setiap saat.

*             *             *

2. Gunakan gembok tambahan, dan jika perlu, sabuk pengaman tas tambahan.

Contoh sabuk pengaman tas, via aliexpress
Contoh sabuk pengaman tas, via aliexpress

Untuk mencegah agar koper dibuka orang lain, gunakan pengaman tambahan. Bisa berupa gembok untuk mengamankan kepala resleting, maupun sabuk tambahan untuk mengamankan koper. Untuk versi yang lebih murah, kalian bisa melilitkan lakban ke sekeliling tas/koper untuk menggantikan fungsi sabuk pengaman tas.

*             *             *

3. Jika ada budget lebih, bisa mempertimbangkan untuk membungkus tas dengan plastic wrap.

Membungkus tas dengan plastic wrap, via nbcnews
Membungkus tas dengan plastic wrap, via nbcnews

Saat ini di berbagai bandara sudah banyak layanan membungkus koper/tas dengan plastic wrap. Jika kalian memiliki budget untuk itu, nggak ada salahnya kok mempertimbangkan layanan tersebut. Memang sih nggak menjamin jika koper/tas akan aman dari pencuri maupun pembobol, tapi setidaknya koper/tas kalian akan lebih sulit dibuka dibanding koper/tas yang tanpa pengaman sama sekali.

*             *             *

4. Atau, bisa juga membeli cover pengaman khusus untuk tas.

Koper yang sudah diberi cover tambahan, via lelong
Koper yang sudah diberi cover tambahan, via lelong

Dewasa ini, sudah ada beberapa pengaman khusus untuk koper/tas. Misalnya saja, sarung/cover untuk menyelimuti koper/tas. Sama seperti pengamanan dengan plastic wrap, walau nggak menjamin 100% akan membuat koper/tas menjadi lebih aman, setidaknya kalian sudah berusaha membuat si pencuri/pembobol sedikit kesulitan untuk membuka koper/tas.

*             *             *

5. Koper yang mencolok relatif aman dari pencuri.

Koper dengan motif yang mencolok, via 3d-pictures.picphotos
Koper dengan motif yang mencolok, via 3d-pictures.picphotos

Sekilas, koper yang terlihat biasa kelihatannya akan lebih aman dari pencuri. Pada kenyataannya, koper yang biasa-biasa saja akan mudah tertukar dengan koper lainnya. Koper biasa pun lebih beresiko akan diambil oleh orang lain tanpa disadari oleh sang pemilik.

Dan, saat pencuri membongkar koper yang biasa saja, aksi tersebut tidak terlalu menarik perhatian dibanding membongkar koper yang mencolok. Hikmah yang bisa diambil dari poin ini yaitu, sebaiknya pilihlah koper/tas yang mudah dikenali. Beri tanda khusus pada koper/tas kalian maupun pilih koper/tas dengan motif yang mencolok.

*             *             *

6. Hindari menggunakan koper bermerek.

 

Tas ber-merk berpotensi mengundang mereka yang berniat kurang baik, via pgmartin.lk
Tas ber-merk berpotensi mengundang mereka yang berniat kurang baik, via pgmartin.lk

Menggunakan koper ber-merk ibarat sebuah iklan yang berkata: “curi aku”. Ya, koper ber-merk jelas merupakan sebuah tantangan langsung bagi para pencuri untuk mengambil seluruh koper dan bukannya membongkar serta mengambil sebagian isinya, karena koper ber-merk akan laku dijual dengan harga lumayan. Jadi, sebaiknya gunakan koper maupun tas yang murah tapi nggak murahan ya.

*             *             *

7. Pilih koper/tas dengan pengaman resleting, atau pilih yang nggak pake resleting

Contoh koper tanpa resleting, via traveling-kids
Contoh koper tanpa resleting, via traveling-kids

Sudah jadi rahasia umum jika salah satu cara mudah untuk membobol koper adalah dengan menusukkan sesuatu (seperti pulpen) ke resleting, dan resleting akan terbuka dengan mudah. Selanjutnya, tinggal menggeser-geser kepala resleting sehingga resleting akan menutup lagi.

Untuk menghindari hal tersebut, pilih koper dengan resleting yang kuat. Sebaiknya, pilih juga yang ada pengaman kepala resleting sehingga sulit untuk digerakkan. Alternatif lainnya, cari koper yang resletingnya bisa disembunyikan, atau pilih koper tanpa resleting.

*             *             *

8. Jangan malas untuk antri di area pengambilan bagasi sedini mungkin

Antri di pengambilan bagasi, via telegraph
Antri di pengambilan bagasi, via telegraph

Dengan tiba di area pengambilan bagasi sedini mungkin, akan mengurangi resiko bagasi akan diambil oleh pihak lain. Tentu saja itu nggak menjamin jika bagasi kalian akan aman dari resiko dibongkar oleh orang lain (khususnya sebelum bagasi dikirim ke area pengambilan bagasi).

 

Tips lainnya yang juga bisa dipertimbangkan:

  • Perhatikan detail prosedur klaim bagasi sebelum pergi.

Lost and Found via corporatetravelsafety.com
Lost and Found via corporatetravelsafety.com

Setiap maskapai punya prosedur klaim bagasi yang hilang maupun rusak. Jangan malas mempelajari itu, karena biasanya ada keterangan tentang batas maksimal untuk melakukan klaim serta detail prosedur kompensasi penggantian bagasi yang hilang/rusak.

*             *             *

  • Sebisa mungkin, pilih direct flight alias penerbangan langsung.

Ilustrasi penerbangan, via anayatouring
Ilustrasi penerbangan, via anayatouring

Teorinya, semakin sering kalian transit, apalagi berpindah penerbangan, maka semakin besar resiko bagasi akan hilang karena seringnya dipindahkan ke berbagai tempat. Dan tentu saja itu meningkatkan resiko lainnya, seperti resiko bagasi akan dibongkar oleh orang lain. Jadi, salah satu cara untuk meminimalkan potensi kehilangan bagasi, adalah dengan memilih penerbangan langsung.

*             *             *

  • Pertimbangkan untuk membeli asuransi perjalanan yang meng-cover masalah kehilangan bagasi.

Ilustrasi asuransi traveling, via livemint
Ilustrasi asuransi traveling, via livemint

Banyak yang berpendapat jika asuransi perjalanan itu nggak penting. Tapi, ada keuntungan tersendiri jika kalian membeli asuransi perjalanan, salah satunya adalah adanya kompensasi penggantian bagasi yang hilang/rusak. Memang nggak bisa mengganti seluruh kerugian jika bagasi kalian hilang/rusak, tapi adanya kompensasi setidaknya bisa menghibur hati dibanding marah-marah tanpa dapat apapun, bukan?

*             *             *

  • Buat catatan isi dalam koper/tas, minimal memotret isi koper/tas.

Contoh memotret barang bawaan dalam tas, via whenonearth
Contoh memotret barang bawaan dalam tas, via whenonearth

Tindakan kecil ini ternyata cukup penting, lho. Dengan membuat daftar barang yang ada di dalam bagasi, minimal memotretnya, akan memudahkan kalian untuk melakukan klaim jika bagasi hilang/rusak.

*             *             *

  • Jangan sungkan memanfaatkan jasa pengiriman barang.

Ilustrasi jasa kurir, via listabiz.com
Ilustrasi jasa kurir, via listabiz.com

Jika memang takut akan kehilangan bagasi, pertimbangkan untuk memilih mengirimkan koper menggunakan jasa profesional seperti FedEx dan UPS. Resikonya, tentu saja kalian harus siap dengan biaya kirim yang mungkin saja lebih mahal dari isi tas kalian.

 

Last but not least,

Jangan takut dengan resiko bagasi hilang maupun dibongkar orang ya, karena bagaimanapun kita hanya bisa berusaha meminimalkan resiko tersebut. Jika memang benar-benar takut bagasi hilang atau rusak, sebaiknya tinggalkan saja tas/koper kalian di rumah dan pergi nggak bawa apapun. Setuju?

 

Semoga bermanfaat!

 

baca juga :

Ups! Ini Dia Aneka Kesalahan Yang Biasa Dilakukan Traveller Pemula

Nggak Punya Teman Untuk Liburan Tahun Baru? Solo Traveling Aja, Bro And Sis!

Ragam Pekerjaan Yang Memungkinkan Kalian Untuk Kerja Sambil Wisata (Atau Sebaliknya)

Comments

comments