fbpx
Home Guides Tertarik Ke Jepang? Kenalan Dengan Yen Dulu, Yuk!

Tertarik Ke Jepang? Kenalan Dengan Yen Dulu, Yuk!

Sebelumnya ada yang bertanya-tanya nggak, kenapa sih harus mengenal mata uang Jepang? Bukankah berbekal kartu sakti berlogo jaringan kartu internasional saja sudah menjadi jaminan kemudahan dalam sistem pembayaran? Jangan salah.

Walaupun Jepang merupakan negara yang super canggih dan sangat maju, dalam hal pembayaran mereka masih tergolong tradisional. Masyarakat Jepang sudah sangat dikenal sebagai cash society. Hampir semua hal yang membutuhkan pembayaran menerima uang cash.

Mengeluarkan kartu kredit saat akan membeli minuman di konbini (convenience store) hanya akan membuat kasir menolak Anda. Dan vending machine pun dengan angkuhnya menolak kartu kredit dan lebih menerima “pinangan” uang receh. Jadi jangan dulu bangga jika Anda berbekal kartu kredit saat berwisata ke Jepang, karena bisa jadi kartu tersebut hanya tidur manis di dalam dompet tanpa sempat dikeluarkan.

Sekilas info

Sudah pada tahu kan kalau Yen merupakan mata uang khas Jepang? Namun apakah teman-teman tahu cerita dibalik Yen? Yen ini baru resmi digunakan oleh bangsa Jepang pada tanggal 10 Mei 1871. Inspirasi utamanya berasal dari koin silver dollar yang awalnya digunakan di Hong Kong. Nama “yen” sendiri memiliki makna “benda bulat” (yang diambil dari bentuk koin).

Cara menyebut yen

Sekalipun namanya adalah “yen”, namun jangan menyebut nominal tertentu dengan embel-embel “yen” dibelakangnya ya. Yen dibunyikan sebagai “en” (dibunyikan “eng”), jadi jika ingin menyebut nominal tertentu dalam bahasa Jepang, sebutlah sejumlah angka+”en”. Yang biasa menggunakan kata “yen” di belakang angka adalah orang asing yang berada di luar Jepang, namun tetap saja jika ingin menyebutnya dalam bahasa Jepang, ganti menjadi akhiran “en”.

Pecahan Yen

Mata uang Yen terdiri dari uang kertas dan uang logam. Untuk uang logam, pecahannya mulai dari 1 yen, 5, 10, 50, 100, dan 500 yen. Sebetulnya masih ada pecahan lainnya yang disebut sen, dimana 1 yen = 100 sen. Namun sen jarang digunakan dalam kehidupan sehari-hari dan baru digunakan untuk kasus tertentu seperti menghitung stock barang.

Uang receh (koin) termasuk penting untuk diketahui oleh wisatawan karena berbagai transaksi umum banyak yang melibatkan uang receh, mulai dari membeli di vending machine, menyewa locker, hingga membeli tiket. Memang sih ada mesin penukaran uang yang dapat menukar uang kertas ke uang logam agar Anda bisa melanjutkan transaksi menggunakan koin, namun tetap saja wisatawan yang akan pergi ke Jepang wajib mengenal koin-koin di sana. Penampakan koin yen kurang lebih sebagai berikut:

Uang logam Jepang. Deretan atas terdiri dari 1, 5, 10 yen. Deretan bawah terdiri dari 50, 100, dan 500 yen [foto: Tokyoship/wikimedia]
Uang logam Jepang. Deretan atas terdiri dari 1, 5, 10 yen. Deretan bawah terdiri dari 50, 100, dan 500 yen [foto: Tokyoship/wikimedia]

Sedangkan untuk uang kertas, pecahannya dimulai dari 1000 yen, 2000 (sangat jarang digunakan maupun ditemukan), 5000, dan 10000. Penampakannya sebagai berikut:

Uang kertas di Jepang [foto: Tokyoship/wikimedia]
Uang kertas di Jepang [foto: Tokyoship/wikimedia]

Kamus singkat

Berikut contekan cara menyebutkan angka dalam bahasa Jepang.

Angka-angka dasar

1 = ichi
2 = ni
3 = san
4 = yon/shi
5 = go
6 = roku
7 = nana/shichi
8 = hachi
9 = kyu
10 = ju
11 = ju-ichi
15 = ju-go
50 = go-ju
100 = hyaku
1000 = sen (seng)
10000 = man (mang)

Jika diaplikasikan dalam mata uang

10 yen = ju-en (ju-eng)
50 yen = go-ju-en (go-ju-eng)
100 yen = hyaku-en (hyaku-eng)
200 yen = ni hyaku-en
300 yen = san-byaku-en (sang-byaku-eng). Khusus untuk 300, 600, dan 800 penyebutannya agak berbeda.

500 yen = go hyaku-en
600 yen = rop-pyaku-en (rop-pyaku-eng)
800 yen = hap-pyaku-en (hap-pyaku-eng)
1000 yen = sen-en (seng-eng)
5000 yen = go-sen-en (go seng-eng)
10000 yen = ichi-man-en (ichi-mang-eng).
20000 yen = ni-man-en (ni mang-eng)
50000 yen = go-man (go mang-eng)
Dan seterusnya

Contoh yang agak rumit = 10350 yen, dibaca ichi-man san-byaku go ju-en

Menukar mata uang

Banyak blog wisata yang menyarankan wisatawan tak perlu repot-repot menukarkan uang ke dalam yen sebelum pergi ke Jepang. Saya berpendapat sebaliknya. Sebelum pergi ke Jepang, tukarkan dulu yen di Indonesia. Kenapa? Hal yang paling mendasar adalah tidak semua money changer menerima rupiah. That’s it. Jadi lebih baik berbekal segepok uang yen dibanding harus menggelandang karena sulitnya mencari money changer yang menerima rupiah (untunglah Jepang termasuk salah satu negara teraman di dunia!).

Namun jika terpaksa harus menukar uang di Jepang, rate terbaik ada di sekitar airport. Jadi jangan menunggu sampai kehabisan yen. Begitu tiba di Jepang, sebaiknya carilah money changer di sekitar airport. Bisa juga menarik uang di ATM, namun perlu diperhatikan tidak semua ATM di Jepang menerima kartu yang berasal dari luar. Pengalaman saya sih kartu BC* bisa digunakan untuk menarik uang di ATM Jepang.

Tips: Mengingat di Jepang uang receh sangat diperlukan, sebisa mungkin tariklah uang dalam nominal yang kecil atau nominal tanggung. Misalnya saja, menarik uang 9000 yen dibanding 10000. Tujuannya agar Anda mendapat uang 9×1000 yen, karena lebih mudah merecehkan uang 1000 yen dibanding 10000 yen.

Tips tambahan lainnya

Sekalipun kartu kredit belum diterima secara luas, namun bukan berarti kartu kredit tak bisa digunakan sama sekali lho. Jadi jangan langsung meninggalkan koleksi kartu kredit Anda di Indonesia dan berbekal sekoper uang yen. Kartu kredit cukup diterima di toko-toko besar, hotel besar, dan transaksi di sekitar bandara. Diluar itu, untuk membeli minuman ringan maupun masuk ke sebuah obyek wisata, uang receh masih berkuasa disana.

Alternatif lainnya, belilah kartu IC seperti SUICA. Akhir-akhir ini kartu IC mulai banyak diterima sebagai alat pembayaran terutama di konbini, vending machine, dan pada moda transportasi pubik.

Demikian sekilas info tentang uang di Jepang. Memang sih masih basic banget, namun mudah-mudahan cukup memberikan gambaran tentang mata uang yen. Semoga informasinya bermanfaat!

***

*Seluruh foto diambil melalui creative commons. Tidak ada perubahan dari foto aslinya. Credit nama berdasarkan username flickr/wikimedia.

Comments

comments