fbpx
Home Guides Transit Di Narita, Main Kesini Dulu Yuk!

Transit Di Narita, Main Kesini Dulu Yuk!

Sudah baca tulisan tentang kota Narita? Kalau belum, baca dulu disini ya. Secara singkat, kota Narita merupakan kota tempat Narita International Airport berdiri. Jadi kota ini ideal untuk dijelajahi jika Anda sudah check-out dari hotel di Tokyo namun masih ada jeda waktu cukup lama sebelum terbang kembali ke Indonesia (maupun menuju kota atau negara tujuan lainnya). Sebaliknya, Anda juga bisa menjelajah Narita sebelum mampir ke Tokyo.

Saya ingin merekomendasikan beberapa tempat wisata yang bisa dikunjungi sebelum menuju ke Bandara Narita. Agar lebih mudah, saya menyertakan informasi akses dari Tokyo menuju obyek wisata tersebut, dan dari obyek wisata menuju ke Bandara Narita. Jika bermaksud untuk singgah sebelum menuju ke Tokyo, tinggal dibalik saja aksesnya. Mudah kan? Semoga bermanfaat ya!

Naritasan

(estimasi waktu wisata: 30-60 menit untuk wisata singkat, 1-2 jam untuk menjelajah seluruh area kuil)

Alamat: 1 Narita, Narita-shi, Chiba
Jam operasional: Selalu buka (untuk area kuil)
Harga tiket: free
Akses:
[Tokyo-Naritasan] Lihat disini untuk akses menuju ke Stasiun JR Narita maupun Stasiun Keisei-Narita. Dari kedua stasiun tersebut, jalan kaki 15-20 menit menuju Naritasan.
[Naritasan-Narita Airport] via Stasiun Narita, naik JR Sobu/Narita Line, ¥230*, 11 menit, turun di Narita Airport terminal 1. Atau dari Stasiun Keisei-Narita, naik Keisei Main Line, ¥250*, 9 menit, turun di Narita Airport terminal 1.

Naritasan, atau Narita Shinsho-ji Temple (alias kuil Narita) merupakan kuil terpopuler yang ada di kota Narita. Jaraknya tak begitu jauh dari Bandara Narita, sehingga ideal dikunjungi di sela waktu transit dari atau menuju Tokyo.

Niomon [foto: Self/wikimedia]
Niomon [foto: Self/wikimedia]
Main hall [foto: 663highland/wikimedia]
Main hall [foto: 663highland/wikimedia]
Shakado [foto: Joel Bradshaw/wikimedia]
Shakado [foto: Joel Bradshaw/wikimedia]
Shakado [foto: Abasaa/wikimedia]
Shakado [foto: Abasaa/wikimedia]
 

Ada beberapa hal yang membuat kuil ini menarik selain masalah faktor kedekatan jarak dengan Bandara Narita. Dari segi sejarah, kuil ini telah berusia lebih dari 1000 tahun, dan telah menjadi saksi dari berbagai peristiwa bersejarah di Jepang. Naritasan juga memiliki beberapa benda bersejarah yang masih terjaga dengan baik, seperti patung buatan Kukai (salah satu pendeta Budha legendaris) yang sudah dibuat sejak periode Heian.

Beberapa bangunan di Naritasan, yaitu Komyodo, pagoda 3 tingkat, Deva gate, Shakado, dan Gakudo; telah diakui sebagai important cultural properties karena sudah dibangun sejak tahun 1700-an. Di kuil ini juga terdapat taman yang luas dan Calligraphy Museum.

Faktor menarik lainnya, di dekat Naritasan terdapat sebuah shopping street yang disebut Omotesando. Di sepanjang jalan ini terdapat beragam jenis toko dan restoran, sehingga Anda bisa sekaligus berburu oleh-oleh sebelum kembali ke Indonesia.

Komyodo [foto: Abasaa/wikimedia]
Komyodo [foto: Abasaa/wikimedia]
Shokutaishido [foto: Joel Bradshaw/wikimedia]
Shokutaishido [foto: Joel Bradshaw/wikimedia]
Pagoda [foto: 663highland/wikimedia]
Pagoda [foto: 663highland/wikimedia]
Great Pagoda of Peace [foto: Joel Bradshaw/wikimedia]
Great Pagoda of Peace [foto: Joel Bradshaw/wikimedia]

***

Museum of Aeronautical Science

(estimasi waktu wisata: 1-2 jam)

Alamat: Iwayama 111-3, Shibayama-machi, Sanbu-gun, Chiba 289-1608
Jam operasional:
10.00-17.00 (penjualan tiket terakhir pukul 16.30). Tutup setiap hari Senin (atau hari berikutnya jika Senin adalah hari libur), 29-31 Desember. Buka setiap hari pada bulan Januari dan Agustus.
Harga tiket: ¥500* (dewasa), ¥300* (pelajar SMP dan SMA), ¥200* (usia 4 tahun ke atas)
Akses:
[Tokyo-Museum of Aeronautical Science] via Stasiun Narita Airport (keisei line) atau dari Narita Airport Terminal 1 maupun 2, naik Airport Museum Shuttle Bus menuju museum (¥200*, 15-20 menit). Lihat disini untuk akses dari Tokyo menuju Stasiun Narita Airport maupun dari Terminal 1 dan 2. Alternatif lain, naik taksi (± ¥1600*).
[Museum of Aeronautical Science-Narita Airport] bisa naik Airport Museum Shuttle Bus lagi, atau naik taksi ke Bandara Narita.

Museum of Aeronautical Science ini merupakan museum aviasi pertama yang ada di Jepang. Disini pengunjung dapat melihat-lihat berbagai display yang berhubungan dengan perkembangan dunia penerbangan di Jepang.

Terdapat berbagai replika pesawat, observation deck yang menawarkan pemandangan 360 derajat (termasuk melihat runway di Bandara Narita), restoran, dan simulator menarik yang membuat pengunjung dapat merasakan pengalaman virtual menjadi pilot.

Jalan masuk ke museum [foto: Abasaa/wikimedia]
Jalan masuk ke museum [foto: Abasaa/wikimedia]
Bangunan museum [foto: Hyougushi/flickr]
Bangunan museum [foto: Hyougushi/flickr]
Interior museum [foto: Abasaa/wikimedia]
Interior museum [foto: Abasaa/wikimedia]
Interior museum [foto: Abasaa/wikimedia]
Interior museum [foto: Abasaa/wikimedia]
 

Lokasi museum ini sebetulnya tepat di luar Bandara Narita, tepatnya di ujung selatan dari runway bandara ini. Namun sebetulnya museum ini agak sulit diakses menggunakan kendaraan umum. Untuk mengakses museum ini (dari maupun menuju Bandara Narita) wisatawan bisa menggunakan shuttle bus maupun taksi (detail bisa dilihat di bagian akses).

Tambahan informasi, di sekitar museum juga terdapat spot menarik untuk melihat runway pesawat, yaitu Sakura no Oka Observation Area (di ujung selatan Bandara Narita, dekat dengan museum); dan Sakura no Yama Observation Area (di sebelah utara Bandara Narita). Jadi jika sekedar ingin melihat runway sambil menikmati suasana dan tak sempat untuk masuk ke dalam museum, bisa pergi ke dua tempat tersebut.

Pesawat di luar museum [foto: Mamo/wikimedia]
Pesawat di luar museum [foto: Mamo/wikimedia]
Cockpit [foto: Alec Wilson/wikimedia]
Cockpit [foto: Alec Wilson/wikimedia]
Cesna 172 [foto: Alec Wilson/wikimedia]
Cesna 172 [foto: Alec Wilson/wikimedia]
Hangar pesawat [foto: Alec Wilson/wikimedia]
Hangar pesawat [foto: Alec Wilson/wikimedia]

***

Jika punya waktu transit yang lebih senggang (lebih dari 4 jam), bisa juga mampir ke tempat-tempat berikut ini:

Boso no Mura

Alamat: 1028 Ryukakuji, Sakae-machi, Imba-gun, Chiba 270-1506
Jam operasional: 09.00-16.30, tutup setiap hari Senin (atau Selasa jika Senin bertepatan dengan hari libur)
Harga tiket: ¥300* (dewasa), ¥150* (pelajar SMA dan mahasiswa), gratis (anak-anak, pelajar SD dan SMP, usia 65 tahun ke atas)
Akses:
[Tokyo-Boso no Mura] lihat disini untuk akses ke Stasiun JR Narita. Dari Stasiun Narita, naik bus Chiba Kotsu yang menuju ke Ryukakuji-dai-shako, turun di Ryukakuji-dai-2-chome (¥390*, 12 menit). Lanjutkan dengan jalan kaki 8-10 menit.
[boso no Mura-Narita Airport] naik bus ke Stasiun Narita, dilanjutkan dengan naik JR Sobu/Narita Line, ¥230*, 11 menit. Turun di Narita Airport Terminal 1.

Tempat ini merupakan museum terbuka yang bertujuan untuk memberikan gambaran kehidupan lokal pada periode Edo. Terdapat berbagai display rumah dan bangunan berskala 1:1 dari periode Edo, serta replika rumah dari periode Jomon (13000-300 tahun sebelum masehi).

Suasananya mengingatkan pada Edo-Tokyo Open Air Architectural Museum dan Nihon Minka-en, sehingga perlu waktu beberapa jam untuk betul-betul menjelajah museum ini.

Boso no Mura [foto: Tanaka Juuyoh/flickr]
Boso no Mura [foto: Tanaka Juuyoh/flickr]
Boso no Mura [foto: Tanaka Juuyoh/flickr]
Boso no Mura [foto: Tanaka Juuyoh/flickr]
Boso no Mura [foto: Tanaka Juuyoh/flickr]
Boso no Mura [foto: Tanaka Juuyoh/flickr]
Boso no Mura [foto: Tanaka Juuyoh/flickr]
Boso no Mura [foto: Tanaka Juuyoh/flickr]

***

Sawara

Akses:
[Tokyo-Sawara] lihat sini untuk akses ke Stasiun Narita. Dari Stasiun Narita, naik JR Narita line, ¥480*, 30 menit. Turun di Stasiun Sawara.
[sawara-Narita Airport] dari Stasiun Sawara, naik JR Narita Line, ¥650*, turun di Stasiun Narita. Transfer ke JR Sobu/Narita Line Rapid, 11 menit, turun di Narita Airport Terminal 1.

Sawara sejatinya merupakan sebuah kota kecil yang berada sedikit di luar Narita. Lalu kenapa kota ini layak dikunjungi jika punya waktu luang saat berada di Narita? Itu karena Sawara memiliki spot menarik, yaitu kawasan dengan suasana ala kota tua, yang terletak di sekitar kanal (10-15 menit dari Stasiun Sawara).

Beberapa rumah dan bangunan dari periode Edo dipertahankan, sehingga area tersebut dikenal dengan sebutan Little Edo. Sawara juga menjadi tuan rumah dari beberapa festival unik, salah satunya adalah Higenade Matsuri.

Sawara [foto: At by At/wikimedia]
Sawara [foto: At by At/wikimedia]
Sawara [foto: At by At/wikimedia]
Sawara [foto: At by At/wikimedia]
Sawara [foto: Aktorisi/wikimedia]
Sawara [foto: Aktorisi/wikimedia]
Sawara [foto: via wikimedia]
Sawara [foto: via wikimedia]

***

* Harga sewaktu-waktu dapat berubah.
** Seluruh foto diambil melalui creative commons. Tidak ada perubahan dari foto aslinya. Credit nama berdasarkan username flickr/wikimedia.

Comments

comments