fbpx
Home Guides Welcome To South Korea!

Welcome To South Korea!

Di antara Jalan2ers yang kebetulan nyangkut di “lounge” sederhana ini, adakah yang terkena dahsyatnya dampak badai bernama Korean Wave? Hayo ngaku Ya, beberapa tahun belakangan ini demam Korea memang sedang gencar menyapu ke berbagai penjuru dunia, termasuk Indonesia.

Nggak sulit untuk menemukan hal-hal yang berbau Korea di negeri kita tercinta ini, mulai dari loper koran di pinggir jalan, hingga drama Korea yang rutin tayang hampir setiap hari. Audisi untuk mencari bintang-bintang K-pop dari berbagai negara pun kini rutin digelar, menegaskan jika badai ala Korea itu betul-betul nyata sedang memperluas ekspansinya ke mana-mana.

Sejujurnya, saya pribadi bukan penggemar K-pop dan sampai saat ini cukup imun terhadap dampak Korea Wave. Yaaaa, memang sih ada masanya saya ngefans dengan Bae Yong Jun, menikmati serial Winter Sonata, dan mengagumi lenggak-lenggok SNSD saat menyanyikan lagi Mr.Taxy.

Saya juga sempat menjadi pengagumnya Dae Jang Geum dalam seri Jewel in the Palace, dan ngebet kepingin berkunjung ke lokasi shooting yang konon kini sudah menjadi sebuah tempat wisata (hmm, mungkin kapan-kapan bisa saya ulik lagi tentang itu). Pernah juga sih mereview beberapa manhwa (=komik Korea) untuk sebuah majalah.

Diluar hal-hal itu, saya cukup buta tentang Korean Wave masa kini. Bukan karena antipati terhadap kecantikan natural ala Korea (yang ternyata nggak natural juga), namun lebih pada masalah selera dan usia yang (nggak begitu) jauh dari usia ABG. Dan sudah jadi rahasia umum juga kan jika saya memang lebih tertarik dengan L’Arc-en-Ciel dan SID (a.k.a Shido) dibanding Super Junior (sekali lagi, ini masalah selera yaa).

Walau nggak ngefans-ngefans banget dengan Korean Wave, jujur saya mengagumi dampaknya yang signifikan terhadap perkembangan turisme di negara tersebut. Sepanjang yang saya tahu, Korean Wave berhasil meningkatkan minat wisatawan untuk mampir ke negeri ginseng itu, termasuk meningkatkan minat untuk mempelajari kebudayaan korea (mulai dari bahasa hingga seni tradisionalnya).

Berhubung saya rasa banyak di antara Jalan2ers yang tertarik menjadikan Korea sebagai salah satu tujuan wisatanya, mulai saat ini saya akan memperluas ekspansi tulisan dari Jepang, (sesekali) Belanda, dan Korea. Sebagai prolog, saya ingin membagikan dulu aneka fakta seputar Korea yang mungkin nggak berhubungan dengan budaya pop-nya.

  • Jujur saya agak terharu (alias miris) sewaktu mengetahui fakta bahwa nggak sedikit penggemar boysband dan girlsband Korea yang menganggap Korea itu ya Korea saja. Padahal, ada 2 negara yang menyematkan nama Korea sebagai nama negaranya: Korea Utara (alias Democratic People’s Republic of Korea) dan Korea Selatan (alias Republic of Korea). Keduanya sama-sama terletak di area Korea Peninsula.
Posisi Korea dalam peta dunia [foto: Ksiom/wikimedia]
Posisi Korea dalam peta dunia [foto: Ksiom/wikimedia]
Korea Selatan [foto: Maproom/wikimedia],
Korea Selatan [foto: Maproom/wikimedia],
Provinsi di Korea Selatan [foto: Ksiom/wikimedia]
Provinsi di Korea Selatan [foto: Ksiom/wikimedia]
Korea Utara dan Korea Selatan [foto: A-heun/wikimedia]
Korea Utara dan Korea Selatan [foto: A-heun/wikimedia]
  • Apa bedanya Korea Utara dan Korea Selatan? Korea Utara menganut paham komunis dan dikuasai oleh kekuasaan absolut (alias diktator). Negara ini memiliki serangkaian aturan ketat yang mengatur setiap warganya (termasuk mengatur gaya potongan rambut untuk pria dan wanita), berbanding terbalik dengan Korea Selatan-lah yang dikenal dengan Korean Wave-nya. Jadi friends, jika next time menyebutkan frase “ingin cowok/cewek seperti cowok/cewek Korea”, perjelas lagi maksudnya Korea Utara atau Korea Selatan ya! (PS: untuk selanjutnya, hanya Korea Selatan yang saya bahas ya.)
  • Mau tahu asal nama Korea? Nama tersebut berasal dari kata Goryeo atau Koryo, yang merujuk pada kerajaan Goguryeo yang menguasai wilayah Korea pada abad ke-5. Saat kerajaan Goguryeo runtuh dan penguasanya berganti, wilayah Koryo sempat berganti nama menjadi Joseon (note: nama ini kadang-kadang masih digunakan hingga saat ini). Baru setelah Jepang menginvasi Korea, pelafalan “Korea” (yang sering ditulis sebagai Corea) mulai diresmikan dan digunakan hingga saat ini.
  • Mayoritas pecinta Korean Wave hanya tahu tentang hal-hal berikut ini: artis Korea, kota-kota besar seperti Seoul dan Incheon, dan operasi plastik. Tak sedikit yang nggak tahu jika Korea adalah negara kepulauan. Kurang lebih terdapat 3000 pulau yang mayoritas berbentuk pulau kecil dan tak berpenghuni. Pulau terbesarnya adalah pulau Jeju yang juga populer sebagai salah satu tempat tujuan wisata di Korea.
  • Untuk fakta geografis lainnya, Korea Selatan dalam 4 bagian kasar: timur, barat, barat daya, dan tenggara. Bagian timur terdiri dari pegunungan dan area pantai yang sempit. Wilayah barat memiliki wilayah berbukit dan pantai yang lebih luas. Bagian barat daya terdiri dari pegunungan dan lembah, sementara daerah tenggara memiliki banyak cekungan. Sedangkan untuk iklim, negara ini merupakan negara 4 musim yang suhunya bervariasi mulai dari -20 hingga 30 derajat Celcius.
Nakdong River di Andong City [foto: Robert/wikimedia]
Nakdong River di Andong City [foto: Robert/wikimedia]
Gyeongju [foto: Johannes Barre/wikimedia]
Gyeongju [foto: Johannes Barre/wikimedia]
Seoraksan National Park [foto: Steve46814/wikimedia]
Seoraksan National Park [foto: Steve46814/wikimedia]
  • Seperti apa kehidupan religi di Korea? Bagi yang pernah berkunjung ke Korea mungkin sudah bisa menebak jika Budha menjadi agama mayoritas disana. Namun berdasarkan penelitian, 46% penduduk Korea tidak menganut agama apapun. Budha menjadi agama terbesar dengan perkiraan jumlah penganutnya 23% dari total populasi, disusul dengan Protestan (18%), Katolik (11%), agama tradisional (1%), dan lain-lain (1%).
  • Saat ini Korea Selatan dikenal sebagai negara dengan standar hidup yang tinggi (urutan ke-12 di dunia). Adapun beberapa kota terbesar dan terpopuler di Korea Selatan antara lain sebagai berikut: Seoul, Busan, Daegu, Incheon, Gwangju, Daejeon, dan Ulsan.
Seoul [foto: Kayakorea (Brandon Butler)/wikimedia]
Seoul [foto: Kayakorea (Brandon Butler)/wikimedia]
Busan [foto: By by tom jervis/wikimedia]
Busan [foto: By by tom jervis/wikimedia]
Daegu [foto: Namoroka/wikimedia]
Daegu [foto: Namoroka/wikimedia]
Incheon [foto: Francisco Anzola/wikimedia]
Incheon [foto: Francisco Anzola/wikimedia]  
  • Moda transportasi utama di Korea adalah kereta dan bus. Namun bus lebih menjangkau berbagai pelosok negeri karena kereta belum meng-cover area pedesaan. Masih ada beberapa jenis moda transportasi lainnya, seperti transportasi air dan tram.
Korean Rail KTX [foto: Calflier001/wikimedia]
Korean Rail KTX [foto: Calflier001/wikimedia]
Bus di Incheon [foto: Dalgial/wikimedia]
Bus di Incheon [foto: Dalgial/wikimedia]
Kereta [foto: Saegunghwa1001/wikimedia]
Kereta [foto: Saegunghwa1001/wikimedia]
Tram di Busan [foto: Hyolee2/wikimedia]
Tram di Busan [foto: Hyolee2/wikimedia]
  • Untuk masalah wisata, mayoritas wisatawan asing masuk ke Korea melalui Incheon International Airport. Destinasi wisata favorit di Korea adalah ibu kota Korea Selatan, yaitu Seoul. Beberapa destinasi populer lainnya adalah aneka taman nasionalnya, kota bersejarah seperti Gyeongju dan Buyeo, pulau Jeju, serta pulau Dokdo yang hingga kini masih jadi sengketa antara Jepang dan Korea Selatan. Beberapa tahun belakangan muncul trend baru, yaitu wisata kecantikan, yang aktifitasnya adalah melakukan tour ke berbagai “bengkel”kecantikan di Korea Selatan.

Demikian prolog singkat tentang Korea Selatan. Besok rencananya saya ingin mengulas berbagai hal menarik lainnya dari Korea Selatan, terutama aneka info yang wajib diketahui oleh wisatawan. Stay tune terus yah!

***

* Seluruh foto diambil melalui creative commons. Tidak ada perubahan dari foto aslinya. Credit nama berdasarkan username flickr/wikimedia.

Comments

comments