Ini dia bagian yang paling saya suka setiap kali membahas seri 4 musim di Korea Selatan. Yes, waktunya kulineran! Walau kulinerannya sebatas virtual saja, saya selalu ekstra happy kalau melihat aneka hidangan khas di keempat musim.

Selalu ekstra semangat. Selain karena menu-menunya yang menggugah selera (dan saya pecinta makanan enak), kuliner khas di masing-masing musim selalu sukses membuat kita betul-betul membayangkan suasana saat musim tersebut berlangsung.

Secara garis besar, kuliner khas musim dingin di Korea Selatan bisa dibagi dalam 2 kategori: kuliner tradisional dan kuliner pinggir jalan. Maksud dari kuliner tradisional adalah aneka kuliner yang bisa disiapkan di rumah atau mudah ditemukan di resto, sedangkan kuliner pinggir jalan adalah kuliner ala pedagang kaki lima. Saya akan mulai dari kuliner tradisional dulu, yang mungkin bisa ditemukan di berbagai resto Korea di Indonesia.

Tteokguk menjadi kuliner musim dingin pertama yang akan saya ulas. Menu ini sebetulnya pernah saya singgung sebagai salah satu menu dalam sunrise festivalTteokguk ini merupakan hidangan khas tahun baru, yang biasa disantap oleh seluruh anggota keluarga sambil membuat resolusi tahun baru.

Menu ini terdiri dari garaetteok (kue beras berbentuk panjang) yang diiris-iris dan dimakan dengan sup. Tteok (=kue beras sejenis mochi) juga bisa disajikan bersama pangsit dalam kuah kaldu yang akan menghangatkan badan, dan disebut Tteok Manduguk. Jika tanpatteok, cukup disebut Manduguk (=pangsit) dan hidangan tersebut juga populer di musim dingin lho.

Garaetteok [foto: Johl/wikimedia]
Garaetteok [foto: Johl/wikimedia]
Tteok Manduguk [foto: Stuart_spivack/wikimedia]
Tteok Manduguk [foto: Stuart_spivack/wikimedia]
Manduguk [foto: Avlxyz/wikimedia]
Manduguk [foto: Avlxyz/wikimedia]
Manduguk [foto: Sirronwong/wikimedia]
Manduguk [foto: Sirronwong/wikimedia]
 

Kuliner tradisional lain yang populer di musim dingin adalah Patjuk. Sebetulnya, patjuk  pernah saya singgung sebagai salah satu kuliner khas musim gugur. Namun ternyata kuliner ini populer juga saat udara semakin mendingin. Secara singkat, patjuk merupakan bubur kacang merah yang disajikan dengan kue beras (sejenis mochi) dan dimakan saat masih hangat. Menu ini cukup mudah ditemukan di berbagai resto, dan harganya bisa berkisar antara KRW5000*-9000*.

Patjuk [foto: Taylorandayumi/wikimedia]
Patjuk [foto: Taylorandayumi/wikimedia]
Patjuk [foto: via Wikimedia]
Patjuk [foto: via Wikimedia]
Patjuk [foto: Korea.net official page of the Republic of Korea/wikimedia]
Patjuk [foto: Korea.net official page of the Republic of Korea/wikimedia]
Pembuatan patjuk [foto: Korea.net official page of the Republic of Korea/wikimedia]
Pembuatan patjuk [foto: Korea.net official page of the Republic of Korea/wikimedia]
 

Masih ada kuliner tradisional lain khas musim dingin di Korea Selatan, salah satunya adalah kimchi. Hidangan nasional Korea Selatan tersebut populer juga di musim dingin dan proses pembuatan untuk disantap saat musim dingin disebut gimjang. Hidangan khas lainnya adalah ogokbap, yang merupakan menu khas saat festival bulan purnama.

Aneka variasi kimchi [foto: Ayustety/wikimedia]
Aneka variasi kimchi [foto: Ayustety/wikimedia]
Gimjang [foto: Caroline Knox/wikimedia]
Gimjang [foto: Caroline Knox/wikimedia]
Kimchi [foto: Johannes Barre/wikimedia]
Kimchi [foto: Johannes Barre/wikimedia]
Kimchi [foto: Jeremy Keith/wikimedia]
Kimchi [foto: Jeremy Keith/wikimedia]
 

Itu baru kuliner tradisionalnya saja. Hidangan kaki lima saat musim dingin tak kalah meriah dari kuliner tradisional lho, bahkan variasinya lebih banyak. Salah satu kuliner kaki lima favorit di musim dingin adalah Bungeoppang. Dalam versi Jepang, cemilan ini disebut taiyakiBungeoppang, atau Taiyaki, merupakan kue berbentuk ikan yang diisi oleh pasta kacang merah (terkadang diisi juga dengan isian lain seperti keju ataupun coklat).

Saat baru dipanggang, kue ini menebarkan aroma manis yang menggoda para pejalan kaki yang kedinginan. Saya pernah menyinggung kuliner ini sebagai salah satu kuliner khas dalam matsuri (=festival khas Jepang) yang wajib untuk dicoba, monggo diintip disini.

Bungeoppang [foto: Siqbal/wikimedia]
Bungeoppang [foto: Siqbal/wikimedia]
Bungeoppang [foto: Mindme/wikimedia]
Bungeoppang [foto: Mindme/wikimedia]
Bungeoppang [foto: Eekim/flickr]
Bungeoppang [foto: Eekim/flickr]
Taiyaki [foto: Coolmikeol/flickr]
Taiyaki [foto: Coolmikeol/flickr]
 

Hidangan kaki lima populer lainnya adalah ubi bakar dan kenari panggang. Keduanya disebut-sebut sebagai panganan khas musim dingin yang paling populer karena mudah dibuat di rumah. Namun jika nggak memungkinkan untuk membuat sendiri, keduanya mudah ditemukan di dekat pasar tradisional, maupun di gerobak di sekitar area perumahan, sekolah, atau stasiun.

Ubi bakar [foto: Brücke-Osteuropa/wikimedia]
Ubi bakar [foto: Brücke-Osteuropa/wikimedia]
Ubi bakar [foto: MShades/wikimedia]
Ubi bakar [foto: MShades/wikimedia]
Ubi bakar dan cemilan bakar lainnya [foto: Sung Sook/wikimedia]
Ubi bakar dan cemilan bakar lainnya [foto: Sung Sook/wikimedia]
Ubi bakar dan cemilan bakar lainnya [foto: Gaël Chardon/flickr]
Ubi bakar dan cemilan bakar lainnya [foto: Gaël Chardon/flickr]
 

Hoppang menjadi kuliner kaki lima favorit lainnya. Di Indonesia, panganan ini dikenal dengan nama bakpao. Hoppang ini biasanya diisi dengan pasta kacang merah, namun belakangan muncul juga varian lainnya seperti daging, sayuran, ubi, keju, dan lain-lain.

Jika tertarik untuk mencoba bakpao ala Korea, hoppang ini mudah ditemukan di berbagai convinience store, gerobak pinggir jalan, dan lain-lain; dengan harga bervariasi antara KRW700*-1000 per-buahnya. Kuliner yang mirip-mirip dengan hoppang adalah jjinppang. Bedanya, jika hoppang bisa dikukus atau digoreng,jjinppang hanya dikukus saja.

Cemilan populer lainnya adalah hotteok, panganan sejenis pancake dengan cita rasa manis kombinasi antara adonan tepung beras, gula, kacang, dan kayu manis. Paling nikmat disantap saat masih hangat (saat gula masih meleleh), namun harus hati-hati karena bagian dalamnya bisa sangat panas. Harganya kira-kira KRW700*-1000* perbuahnya.

Hotteok [foto: Korea.net/wikimedia]
Hotteok [foto: Korea.net/wikimedia]
Isian hotteok [foto: Keizie/wikimedia]
Isian hotteok [foto: Keizie/wikimedia]
Pedagang hotteok [foto: Charles Haynes/flickr]
Pedagang hotteok [foto: Charles Haynes/flickr]
Pembuatan hotteok [foto: Yearofeats/wikimedia]
Pembuatan hotteok [foto: Yearofeats/wikimedia]
 

Menu lain yang wajib dicoba saat musim dingin di Korea Selatan adalah tteokbokki. Kuliner ini merupakan kombinasi antara garaetteok (kue beras berbentuk panjang) yang disajikan denganeomuk (fish cake) dan aneka sayuran dalam saus bercita rasa manis pedas. Tteokbokki mudah ditemukan dimana-mana, mulai dari pinggir jalan hingga restoran.

Tteokbokki [foto: Ayustety/wikimedia]
Tteokbokki [foto: Ayustety/wikimedia]
Tteokbokki [foto: Jetalone/wikimedia]
Tteokbokki [foto: Jetalone/wikimedia]
Tteokbokki [foto: Sung Sook/wikimedia]
Tteokbokki [foto: Sung Sook/wikimedia]
Tteokbokki [foto: Sung Sook/wikimedia]
Tteokbokki [foto: Sung Sook/wikimedia]
 

Yang suka kuliner Jepang mungkin tahu kuliner bernama oden. Kuliner serba rebus itu cukup mudah ditemukan di gerai Lawson yang ada di berbagai kota di Indonesia. Nah, di Korea Selatan juga ada hidangan yang mirip-mirip oden, yaitu kkochi eomuk. Kuliner ini sama-sama berwujud aneka lauk yang direbus dalam kuah kaldu. Nikmat disantap saat suhu udara sedang dingin-dinginnya. Biasanya satu tusuk eomuk harganya antara KRW500*-1000*, dan kuliner ini umumnya dijual bersamaan dengan tteokbokki.

Eomuk [foto: Junho Jung/wikimedia]
Eomuk [foto: Junho Jung/wikimedia]
Eomuk [foto: KFoodaddict/flickr]
Eomuk [foto: KFoodaddict/flickr]
Eomuk [foto: KFoodaddict/flickr]
Eomuk [foto: KFoodaddict/flickr]
Eomuk [foto: Marshall Ashtor Food Fetishist/flickr]
Eomuk [foto: Marshall Ashtor Food Fetishist/flickr]
 

Waffle, yang biasa ditemukan di berbagai resto fastfood di Indonesia, termasuk kuliner musim dingin yang mudah ditemukan di jalanan Korea Selatan. Tentunya waffle pinggir jalan ini tidak diolesi oleh mentega maupun dihiasi toping standar seperti sirup atau es krim (lagipula, ini musim dingin lho!). Waffle cukup populer di musim dingin karena biasanya disajikan fresh from the oven sehingga dapat menghangatkan tangan. Harganya kurang lebih KRW1000* dan mudah ditemukan di dekat stasiun subway.

Street Waffles [foto: Sunxez/flickr]
Street Waffles [foto: Sunxez/flickr]

Menu populer lain yang bisa ditemukan di pinggiran jalan Korea Selatan adalah jagung rebus, dan sundubu jjigae. Menu jagung rebus tentunya sudah nggak asing lagi, jadi nggak akan saya bahas yah. Sedangkan sundubu jjigae merupakan sup khas korea yang biasanya berisi tofu, seafood, daging, sayuran; dan memiliki citarasa pedas sehingga mampu menghangatkan badan yang kedinginan. Kadang-kadang sup tersebut ditambahkan dengan telur mentah yang akan matang dengan sendirinya karena panasnya kuah sup.

Sundubu Jjigae [foto: Korea.net official page of the Republic of Korea/flickr]
Sundubu Jjigae [foto: Korea.net official page of the Republic of Korea/flickr]
Sundubu Jjigae [foto: Avlxyz/wikimedia]
Sundubu Jjigae [foto: Avlxyz/wikimedia]
Sundubu Jjigae [foto: Titanium22/wikimedia]
Sundubu Jjigae [foto: Titanium22/wikimedia]
Sundubu Jjigae [foto: Pelican/flickr]
Sundubu Jjigae [foto: Pelican/flickr]
 

Oke, selesai sudah aneka kuliner musim dingin di Korea Selatan. Bagi yang lapar, monggo main-main ke resto Korea yang semakin pabalatak dimana-mana. Mudah-mudahan menu-menu ini bisa ditemukan di aneka resto disini. Selamat makan!

***

* Harga sewaktu-waktu dapat berubah.
** Seluruh foto diambil melalui creative commons. Tidak ada perubahan dari foto aslinya. Credit nama berdasarkan username flickr/wikimedia.

 

baca juga :

Winter In Korea, Saatnya Main Salju!

Winter In Korea Dan Serunya Wisata Hot Spring

Spring In Korea, Wisata Kemana Ya?

Comments

comments