Tulisan ini kelanjutan dari bagian 1 yang bisa dibaca DISINI. Baca dulu part 1 sebelum lanjut ke part 2 ya.. ^^

Oke, berikut beberapa destinasi horor favorit lainnya yang bisa ditemukan di Tokyo.

Makam Taira no Masakado

Alamat: 1-2-1 Otemachi, Chiyoda-ku
Akses: 70 meter dari Exit C5 di Stasiun Subway Otemachi

Makam Taira no Masakado [foto: Panoramio/google]
Makam Taira no Masakado [foto: Panoramio/google]

Dari destinasi horor lain yang telah ditulis sebelumnya, spot ini bisa dibilang memiliki kisah yang paling menyeramkan. Taira no Masakado adalah nama seorang tokoh dari periode Heian yang memimpin pemberontakan besar-besaran.

Pemberontakan itu gagal, dan dia terbunuh pada bulan Maret tahun 940 di daerah yang kini menjadi Prefektur Saitama. Kepalanya pun dipenggal dan dibawa ke Kyoto untuk dipamerkan pada rakyat. Yang membuat bulu kuduk merinding adalah konon kepalanya tak juga membusuk walau sudah 3 bulan berlalu.

Bahkan hingga beberapa waktu bola matanya pun masih berputar-putar. Puncaknya adalah pada suatu ketika kepala itu menghilang dan entah mengapa malah ditemukan di Edo (Tokyo). Berkembang cerita jika kepala Masakado jatuh dari langit dan ditemukan oleh warga sebuah desa di Edo. Setelah di cuci bersih, kepala Masakado lalu dimakamkan di daerah yang kini menjadi Marunouchi.

Mengingat cerita kematian Masakado yang menyeramkan, sudah bisa diduga jika makam tersebut akhirnya dikenal angker. Siapa pun yang berani mengusik maupun memunggungi makam tersebut, kabarnya akan mendapat kutukan yang berujung pada kecelakaan hingga kematian. Konon pada masa pendudukan tentara Amerika, sekelompok orang pernah mencoba membongkar makam ini untuk dijadikan sebuah pangkalan.

Namun tiba-tiba buldozer-nya terbalik dan membunuh sang pengemudi. Pemerintah setempat pun berkali-kali mencoba memindahkan makam ini, namun selalu berakhir dengan kecelakaan. Hm, kira-kira di antara wisatawan yang melakukan wisata horor ke makam ini, ada yang berani mencoba membuktikan keangkeran makam Taira no Masakado nggak ya?

Hakone Yama

Alamat: Toyama 2/3-chome, Okubo 3-chome, Shinjuku ward
Akses:
– Dari Stasiun Shin-Okubo (JR Yamanote Line), atau Stasiun Takadanobaba (JR Line, Tozai Line): 10 menit jalan kaki ke Okubo dan 25 menit untuk sampai ke Hakone Yama.
– Dari Stasiun Wakamatsu-kawada (Oedo Line): 10 menit jalan kaki ke Okubo, 15 menit untuk sampai ke Hakone Yama.
– Dari Stasiun Waseda (Tozai Line), Stasiun Nishi-waseda (Fukutoshin Line): 10 menit jalan kaki, 8 menit untuk sampai ke Hakone Yama.

Hakone Yama [foto: google]
Hakone Yama [foto: google]

Walau disebut sebagai yama (=gunung), Hakone Yama lebih tepat disebut sebagai sebuah bukit. Lokasinya sendiri menjadi bagian dari Toyama Park, sebuah taman yang terletak di distrik Shinjuku. Saat ini di tempat tersebut berdiri aneka pusat penelitian. Namun berpuluh tahun yang lalu, di tempat ini terdapat Japan’s Army Medical College and Hospital. Rumor yang berkembang menyebutkan jika salah satu diantaranya digunakan sebagai pusat latihan dari Unit 731 dari Imperial Army’s!

Bingung kenapa unit 731 terasa “istimewa”? Itu karena unit 731 (atau shichi-san-ichi butai) merupakan sebuah unit yang membawahi penelitian di bidang senjata kimia dan percobaan biologis. Pada masa perang Sino-Japanese II (7 Juli 1937-9 September 1945) dan masa Perang Dunia II, unit ini banyak melakukan berbagai percobaan pada tubuh manusia.

Ratusan hingga ribuan orang dari berbagai usia telah tewas akibat percobaan modifikasi tubuh, eksperimen medis dan kimia, menjadi korban pengujian senjata baru, dan banyak lagi. Akibatnya, mayat para korban pun menumpuk dan akhirnya diam-diam dimakamkan di sekitar lokasi fasilitas penelitian.

Mau tahu bagian yang paling menyeramkan? Konon hingga saat ini berbagai tulang belulang masih mudah ditemukan di area taman. Dan saat malam hari, tak sedikit pejalan kaki yang mengaku pernah mendengar suara rintihan, ratapan, tangisan, dan aneka suara misterius lainnya. Hiiii.

Ireido

Alamat: 2-3-25 Yokoami, Sumida-ku, 1300015
Akses: 2 menit jalan kaki dari Exit A1 di Stasiun Ryogoku (Toei Oedo Line), 10 menit jalan kaki dari West Exit di Stasiun Ryogoku (JR Sobu Line)

Ireido [foto: Spacewalker/google]
Ireido [foto: Spacewalker/google]

Pecinta sejarah mungkin pernah mendengar bahwa Tokyo dan sekitarnya pernah diguncang gempa besar pada tahun 1923 yang disebut Gempa Besar Kanto. Jumlah korbannya pun tak tanggung-tanggung, mencapai 142800 orang, sehingga bencana ini disebut-sebut salah satu gempa terbesar yang pernah melanda Jepang.

Nah, dari ratusan ribu korban, 44000 diantaranya tewas di sebuah area yang kini menjadi Yokoamicho Park. Konon karena dulu area Yokoamicho Park tersebut merupakan kawasan padat penghuni, sehingga api dari kebakaran cepat merambat.

Untuk menyimpan abu jenazah para korban gempa bumi, di Yokoamicho Park lalu didirikan Ireido, atau Hall of Repose. Namun Ireido lalu tak hanya menyimpan abu para korban gempa.

Pada masa Perang Dunia II, Tokyo mendapat serangan udara yang menewaskan ribuan orang. Abu jenazah para korban perang yang mencapai 105400 orang pun ikut disimpan di Ireido. Dengan banyaknya korban tragedi memilukan yang kini “tinggal” di Ireido, tak heran jika area ini cukup populer sebagai destinasi wisata horor di Tokyo.

Suzugamori Keijo

Alamat: 2-5-6 Minami Ooi, Shinagawa, Tokyo 140-0013
Akses: 15 menit jalan kaki dari Stasiun Tachiaigawa (Keikyu Line)

Suzugamori Keijo [foto: google]
Suzugamori Keijo [foto: google]

Jika Anda datang pada siang hari ke tempat ini, mungkin tak akan terasa menyeramkan karena tempat ini sejatinya adalah sebuah lahan kecil yang berada di persimpangan Daiichi Keihin highway dan jalan Tokaido ama.

Tapi dulu, kira-kira pada masa Edo, tempat ini merupakan salah satu tempat pelaksanaan eksekusi hukuman mati. Walau area ini terakhir digunakan sebagai tempat eksekusi pada tahun 1871, kesan seram masih terasa apalagi saat malam tiba. [end]

+ + + + +

Dari berbagai spot wisata horor di Tokyo, kira-kira mana yang paling menyeramkan dan paling ingin Anda kunjungi? Kalau saya pribadi penasaran dengan Oiwa Inari Tamiya Jinja, dan juga makam Taira no Masakado.

Namun yang jelas, seandainya pun punya kesempatan untuk datang ke Tokyo, saya masih pikir-pikir lagi untuk datang ke tempat-tempat tersebut. Maklum, saya penakut sih, hehe..

Comments

comments